
MANTEN-MANTENAN : Andre Saputra Budiono (pemeran pengantin pria) dan Rizna Fitrianti Putri Rudiansyah (pemeran pengantin perempuan) Sabtu (4/3) saat menjalani proses wiji dadi di lapangan SMA Hang Tuah 1 Surabaya.
JawaPos.com – Suasana Musala Nurul Ilmi di SMA Hang Tuah 1 Surabaya Sabtu (4/3) tampak berbeda. Pukul 09.00 musala berukuran 15 x 7 meter itu terlihat meriah. Mengenakan kebaya dan pakaian khas Jawa, 38 siswa duduk bersila, membentuk setengah lingkaran. Mereka tengah menjalani proses praktik ijab kabul untuk ujian praktik (upra) pendidikan agama Islam.
’’Saya nikahkan anak Rizna Fitrianti Putri binti... Ulangi-ulangi,’’ kata Ferrys Yunardi Manoppo gugup dengan pengaras suara. Sontak, macetnya prosesi ijab kabul itu membuat para pengiring, penghulu, saksi, dan wali nikah cekikikan. Mereka menertawakan wajah Ferrys yang terlihat pucat.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Setelah percobaan kedua, dengan menarik napas panjang, Ferrys mampu menjalankan tugasnya dengan lancar. Prosesi pun dilanjutkan dengan melingkarkan cincin ke mempelai dan menyerahkan maskawin.
Ya, saat ditemui Jawa Pos, siswa kelas XII IPA 2 itu memang terlihat gugup. Maklum, teks ijab kabul tersebut baru dibaca pada hari yang sama. Jadi, dia belum sempat hafal benar. Akibatnya, lidahnya keserimpet. Suasana yang mirip prosesi ijab kabul membuatnya semakin gugup. ’’Tadi waktu latihan kan tidak pakai pengeras suara. Tapi, setelah pakai kok tambah tegang,’’ tutur siswa yang mendapat peran sebagai ayah dari Rizna Fitrianti Putri itu.
Selesai ijab, seluruh rombongan pengantin lantas bergegas menuju ke lapangan sekolah. Rombongan pengantin laki-laki dan perempuan kemudian berpisah. Jarak antar rombongan sekitar 100 meter. Diiringi musik rebana, kedua rombongan perlahan saling mendekat. Mereka tengah melakukan prosesi temu manten.
Meski hanya praktik, siswa kelas XII IPA 2 tersebut tampak total. Puluhan siswa menyiapkan acara yang begitu mirip prosesi pernikahan. Selain seperangkat mahar dan keperluan untuk ijab kabul, siswa menyiapkan ritual pernikahan Jawa dengan runtut. Misalnya, wiji dadi, ubengan, dan gedong manten. ’’Semua ini kami persiapkan sejak tiga hari lalu,’’ kata Andre Saputra Budiono, salah seorang siswa kelas XII IPA 2.
Andre menyatakan, semua perlengkapan tersebut dibuat dengan dana iuran teman sekelas. Siswa yang berperan sebagai pengantin pria itu mengatakan, selain untuk ujian praktik mata pelajaran agama, totalitas tersebut dilakukan untuk album kenang-kenangan. Maklum, mereka tinggal beberapa bulan lagi lulus dari bangku SMA dan berpisah. Karena itu, prosesi manten-mantenan mereka buat sangat meriah.
Guru agama SMA Hang Tuah 1 Moch. Toyib menuturkan, praktik agama ijab kabul plus resepsi pernikahan itu diadakan pihak sekolah sejak enam tahun silam. Tujuannya, mengenalkan siswa agar tidak gugup saat menjalani prosesi tersebut kelak.
Selain adat Jawa, praktik ujian yang belangsung selama sembilan hari itu menampilkan adat resepsi lain. Misalnya, adat Madura dan Hasta Pora (praktik pernikahan militer). Seluruh tema diserahkan kepada siswa.
Penambahan ragam adat resepsi itu bisa memperluas wawasan siswa mengenai suatu budaya. Dengan pengenalan adat tersebut, siswa akan bisa menghargai dan tahu bersikap saat hadir dalam resep suatu pernikahan. (elo/c15/git/sep/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
