
HANGAT: Diskusi pendidikan dalam Sarasehan Pendidikan Indonesia di Universitas Oxford, Inggris, Selasa (1/5).
JawaPos.com - Menyambut Hari Pendidikan Nasional, puluhan pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota di Inggris Raya berkumpul di Oxford untuk membahas isu yang sedang dihadapi pendidikan Indonesia dan merumuskan berbagai solusi jangka pendek, menengah dan panjang untuk penyelesaian masalah yang diangkat pada Senin (1/5).
Acara yang diselenggarakan oleh PPI Oxford bekerjasama dengan Indonesian Scholars Forum Pendidikan yang berada di bawah naungan Departemen Riset dan Kajian Strategis PPI UK tersebut dinamakan Sarasehan Pendidikan Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh Sandoko Kosen selaku Ketua PPI Oxford dan Eric Daniel Tenda selaku Wakil Ketua PPI UK.
Berbeda dari format acara seminar biasanya, acara sarasehan ini berfokus kepada diskusi terarah yang mengupas permasalahan pendidikan yang berhubungan dengan 5 aspek pendidikan Indonesia: literasi, pendidikan bahasa, pendidikan tinggi, pendidikan kejuruan, dan pendidikan inklusif.
Selama dua jam, para peserta yang sudah dibagi berdasarkan keahlian, pengalaman kerja dan riset mengeksplorasi permasalahan yang ada dan mencari strategi jangka pendek, menengah dan panjang untuk mengatasi berbagai isu yang ada. Para peserta yang sedang menempuh studi S2 dan S3 ini terlihat sangat antusias dalam mengikuti diskusi ini.
Tracey Yani Harjatanaya, koordinator ISF Pendidikan PPI UK dan project manager acara Sarasehan Pendidikan ini mengatakan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah agar para penggiat dan pemerhati pendidikan ini dapat saling bertukar ilmu, memperluas perspektif dan jaringan mereka sehingga dapat berkolaborasi di kemudian hari.
’’Harapannya acara seperti ini dapat membuka kesempatan kolaborasi antar generasi muda Indonesia. Terlalu sering kita dipersiapkan untuk saling berkompetisi tetapi lupa didorong untuk berkolaborasi. Walaupun tidak berada di Indonesia saat ini, kami berharap bisa tetap berkontribusi bersama-sama untuk kemajuan pendidikan Indonesia,’’ sambung Tracey yang merupakan mahasiswi S3 dari Departemen Pendidikan, Universitas Oxford dan penerima beasiswa LPDP ini.
Di samping itu, Samuel Leonardo Putra selaku ketua departemen Riset dan Kajian Strategis PPI UK menambahkan bahwa hasil diskusi yang sudah dilangsungkan akan dimuat dalam bentuk rekomendasi tertulis bagi pemerintah Indonesia yang akan dipaparkan pada acara Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2017, yang merupakan acara tahunan PPI UK di bulan Juli mendatang.
’’ISF Group Pendidikan bertugas untuk melaksanakan penelitian tentang sistem pendidikan di Indonesia. Nantinya hasil penelitian tersebut akan dirangkum dalam bentuk policy brief yang akan diberikan kepada pemerintah Indonesia.’’ papar Samuel yang juga menjabat sebagai ketua panitia ISIC 2017. Acara ini diakhiri dengan tur kota Oxford dan makan malam ala film Harry Potter di dining hall Trinity College, Universitas Oxford.(ina/tia)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
