
Sihar saat berkunjung ke salah satu Lubuk Larangan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.
JawaPos.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menilai, keberadaan Lubuk Larangan di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Sihar mengharapkan, agar masyarakat tetap menjaga kearifan lokal tersebut, sebagai bentuk keselarasan hidup manusia dengan alam.
Setelah mengunjungi sejumlah desa yang memiliki Lubuk Larangan, wakil dari Djarot Saiful Hidayat itu mengaku sangat kagum melihat kekayaan budaya tersebut dan masyarakat setrem. Karena masyarakat memiliki prinsip keseimbangan alam yang menjadi tempat hidup manusia itu sendiri.
Lubuk Larangan memiliki beragam aturan yang harus diikuti masyarakatnya. Karena, banyak dari Lubuk Larangan sudah ditata dalam aturan desa. Sehingga bukan lagi hanya sekadar aturan kesepahaman warga, tetapi sudah masuk ke bagian pemerintahan.
"Menariknya, masyarakat membuat aturan larangan mengambil ikan untuk menata alam agar lebih hidup. Ada juga larangan di lubuk lainnya bahwa memanen ikan hanya boleh dilakukan pada saat tertentu. Sehingga populasi ikan tetap terjaga dan alam tetap baik," terangnya, Rabu (30/5).
Lubuk Larangan pertama yang dikunjungi Sihar yakni yang berada di Desa Husor Tolang, Kecamatan Kotanopan. Di tempat ini, M Rahim yang merupakan tokoh masyarakat Madina menjelaskan bahwa, ada musim di mana ikan-ikan di Lubuk Larangan itu bisa dipanen.
Hasil panennya akan diberikan untuk kesejahteraan masyarakat termasuk untuk mengelola pondok pesantren dan menafkahi fakir miskin. Berbeda halnya di desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambang. Di desa ini ikan yang ada di Lubuk Larangan yang berada di bawah jembatan desa tidak boleh diambil sama sekali. Ikan-ikan yang sudah berukuran besar di desa tersebut diberikan makan oleh pengunjung.
Mereka juga membuat kotak sumbangan seikhlasnya bagi pengunjung. Hasil sumbangan tersebut akan dibagikan pada anak yatim yang ada di desa mereka pada saat Lebaran.
"Ikannya memang tidak bisa dipanen, karena ikan-ikan yang ada di sini untuk menjaga kelestarian alam. Dengan adanya Ikan-ikan di sungai ini, maka akan terlihat hidup serta menjadi bagian dari rekreasi masyarakat," terang Kepala Desa Tambang Jae, Abdul Wahab Lubis.
Dalam kunjungan Sihar Sitorus ke sejumlah Lubuk Larangan itu, cawagub yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan PPP tersebut juga menyumbangkan benih ikan. Dia berharap masyarakat tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan alam yang sudah sangat baik tersebut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
