
Relawan DJOSS yang menghadirkan Garasi DJOSS di 22 titik di Sumut.
JawaPos.com - Masing-masing pendukung punya berbagai macam cara untuk memperkenalkan dan promosikan calon gubernur jagoannya ke muka publik. Seperti halnya yang dilakukan para pendukung Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus.
Para penduku pasangan yang Djarot-Sihar membuat posko yang dimakan Garasi DJOSS. Dimana pendukung pasangan calon nomor urut 2 itu bersosialisasi lewat kuliner Nasi Goreng dan kopi.
Mereka berkreatifitas dengan menawarkan Nasi Goreng yang dihargai Rp 2 ribu kepada masyarakat. Uniknya, nasi goreng itu juga dibentuk seperti angka 2. Sesuai dengan nomor urut Djarot-Sihar pada pemilihan. Selain itu mereka menyediakan kopi gratis untuk masyarakat.
"Ini sengaja kami lakukan. Sebagai bentuk sosialisasi kami dan bentuk dukungan kepada Djarot-Sihar. Harganya juga sangat terjangkau untuk semua kalangan," ungkap Pencetus Gerakan Garasi DJOSS Yustinus, Rabu (11/4).
Garasi Djoss ini, merupakan sebuah gerakan yang dilakukan secara masif oleh masyarakat Sumut dari berbagai elemen berbagai latar belakang profesi yang peduli dan mendukung perubahan untuk Sumut.
"Selama ini kami hanya sebagai penonton. Pilgub Sumut kali ini, kami ingin bergerak dan menjadi bagian dari perubahan. Kami melihat dari dua paslon Pilgub Sumut ini, harapan perubahan untuk Sumut itu ada pada pasangan DJOSS. Inilah pergerakan kami untuk membantu mewujudkan Sumut mandiri, maju, dan berkembang," jelasnya.
Yustinus menjelaskan, konsep yang diusung Garasi Djoss ini, memfokuskan pada kaum muda akan kepedulian terhadap nasib provinsi ini ke depan. Diakui Yustinus, peran aktif kaum muda masih sangat rendah dalam menentukan kepala daerah. Bahkan menjadi lumbung golput dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi.
"Konsep Garasi Djoss mengajak kaum muda untuk berpartisipasi dalam Pilkada serentak ini untuk meminimalisir angka golput. Di sini kami menekankan, sangat diperlukan kepedulian anak-anak muda untuk menggunakan hak suaranya," jelasnya.
Ia menyebutkan, Garasi Djoss saat ini sudah terbentuk dan tersebar di 22 kafe ataupun warung kopi tempat tongkrongan anak muda di kabupaten/ kota se-Sumut. Antara lain, Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Karo, Tebingtinggi, Sibolga, Nias dan lainnya.
Selain menjual Nasi Goreng DJOSS, mereka juga menjual merchandise hasil karya anak muda Sumut. Soal dana, Yustinus menegaskan, anggaran untuk 22 titik Garasi Djoss tersebut, berasal dari dana yang dikumpulkan secara kolektif.
"Dana kami dapat dari sumbangan para relawan Garasi Djoss. Semua ini kami kelola secara mandiri, tanpa ada bantuan dari partai maupun paslon yang kami dukung," pungkasnya

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
