Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Februari 2018 | 22.36 WIB

Zulkifli Hasan Sebut Politik Uang Biang OTT

Ketua MPR Zulkifli Hasan - Image

Ketua MPR Zulkifli Hasan

JawaPos.com - Awal tahun 2018, terhitung sebanyak empat orang Bupati terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka yang tertangkap diketahui merupakan petahana yang akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.


Banyaknya kepala daerah terjaring OTT jelang pelaksanaan Pilkada memunculkan opini tak sedap. Tak sedikit anggapan yang menyebut bahwa korupsi itu dilakukan guna mengumpulkan dana sebagai biaya kampanye.


Hal itu turut mengundang komentar Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan (Zulhas). Mantan menteri Kehutanan tersebut menyebut bahwa di zaman sekarang segala sesuatunya termasuk politik selalu dinilai berdasarkan uang.


"Nah itu memang karena sekarang dinilai pakai uang, ya kan?" ungkap Zulhas kepada JawaPos.com saat ditemui di Universitas Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/2).


Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengatakan bahwa agar terpilih sebagai kepala daerah sangat dipengaruhi dengan banyaknya uang yang digelontorkan. Maka tidak aneh jika banyak politisi berujung terkena OTT.


"Orang dipilih kalau uangnya banyak, kepala Desa uang banyak, Bupati pake uang banyak, kalau gitu keberkahan gak akan hadir, yang ada OTT," imbuh Zulhas.


Menurut politisi PAN ini, politik uang yang sekarang terjadi memiliki efek buruk. Selain berujung dengan OTT, sistem ini juga akan melahirkan kegaduhan di dalam pemerintahan. Efeknya masyarakat juga bisa terkena imbasnya, karena kesenjangan ekonomi sangat mungkin terjadi.


Oleh sebab itu, Zulhas berharap agar sistem seperti ini harus segera dihentikan. Sudah selayaknya sistem politik kembali memegang teguh prinsip ketuhanan dan perilaku sehat. Hal itu bertujuan demi kemajuan Bangsa.


"Mari kita kembali ke nilai-nilai Ketuhan yang maha esa, nilai-nilai akhlakul karimah, politik bernilai kebangsaan, bukan politik uang kayak sekarang yang melahirkan OTT, melahirkan kegaduhan, melahirkan kesenjangan, saya kira harus diakhiri," pungkas Zulhas.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore