
Ketua MPR Zulkifli Hasan
JawaPos.com - Awal tahun 2018, terhitung sebanyak empat orang Bupati terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka yang tertangkap diketahui merupakan petahana yang akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.
Banyaknya kepala daerah terjaring OTT jelang pelaksanaan Pilkada memunculkan opini tak sedap. Tak sedikit anggapan yang menyebut bahwa korupsi itu dilakukan guna mengumpulkan dana sebagai biaya kampanye.
Hal itu turut mengundang komentar Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan (Zulhas). Mantan menteri Kehutanan tersebut menyebut bahwa di zaman sekarang segala sesuatunya termasuk politik selalu dinilai berdasarkan uang.
"Nah itu memang karena sekarang dinilai pakai uang, ya kan?" ungkap Zulhas kepada JawaPos.com saat ditemui di Universitas Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/2).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengatakan bahwa agar terpilih sebagai kepala daerah sangat dipengaruhi dengan banyaknya uang yang digelontorkan. Maka tidak aneh jika banyak politisi berujung terkena OTT.
"Orang dipilih kalau uangnya banyak, kepala Desa uang banyak, Bupati pake uang banyak, kalau gitu keberkahan gak akan hadir, yang ada OTT," imbuh Zulhas.
Menurut politisi PAN ini, politik uang yang sekarang terjadi memiliki efek buruk. Selain berujung dengan OTT, sistem ini juga akan melahirkan kegaduhan di dalam pemerintahan. Efeknya masyarakat juga bisa terkena imbasnya, karena kesenjangan ekonomi sangat mungkin terjadi.
Oleh sebab itu, Zulhas berharap agar sistem seperti ini harus segera dihentikan. Sudah selayaknya sistem politik kembali memegang teguh prinsip ketuhanan dan perilaku sehat. Hal itu bertujuan demi kemajuan Bangsa.
"Mari kita kembali ke nilai-nilai Ketuhan yang maha esa, nilai-nilai akhlakul karimah, politik bernilai kebangsaan, bukan politik uang kayak sekarang yang melahirkan OTT, melahirkan kegaduhan, melahirkan kesenjangan, saya kira harus diakhiri," pungkas Zulhas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
