Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Maret 2018 | 19.26 WIB

Puti Siapkan Beasiswa Bagi Pelaku UMKM

Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi sentra kerajinan bambu di Desa Gintangan, Banyuwangi, Senin (26/3). - Image

Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi sentra kerajinan bambu di Desa Gintangan, Banyuwangi, Senin (26/3).

JawaPos.com - Calon Wakil Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) Puti Guntur Soekarno melakoni safari ke Banyuwangi, Senin (26/3). Usai mendarat di Bandara Blimbingsari, cucu Bung Karno itu langsung menuju sentra kerajinan bambu di Desa Gintangan. Separo dari desa berpenghuni 6.700 jiwa itu merupakan perajin anyaman bambu.


Puti tidak sendiri datang ke sana. Dia ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang mengambil cuti sehari. "Di tiap daerah, saya selalu mengunjungi sentra ekonomi kreatif. Betapa kreatifnya Jatim. Kami bertekad membawa perajin lokal naik kelas ke level lebih tinggi," ujar Puti yang punya hobi mengoleksi hasil kerajinan khas daerah.


Menurut Puti, ada empat syarat agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kreatif bisa naik kelas. Yakni riset pasar, permodalan, teknologi, dan kualitas SDM. Semua syarat itu telah disiapkan programnya oleh Puti lewat janji kerja Superstar. Yakni, singkatan dari Sentra UMKM, Pemberdayaan Industri Kreatif dan Startup.


Puti menjelaskan, riset dibutuhkan untuk tahu tren pasar. Sehingga perajn memahami desain produk yang diminati konsumen. "Untuk bayar riset pasar itu mahal. UMKM kesulitan. Biar kami yang siapkan. Nanti UMKM memahami. Misalnya di luar negeri trennya seperti apa, sehingga produknya laku diekspor. Tentu saja pemasarannya juga difasilitasi secara nasional dan internasional," ulas Puti yang sukses mempromosikan batik ke Jepang dalam tugasnya sebagai anggota Komisi X DPR RI.


Untuk permodalan, Puti bersama Calon Gubernur (Cagub) Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul telah menyiapkan program pinjaman murah. Baik berkonsep konvensional maupun syariah.


"Kalau disetarakan bunga, pasti di bawah yang ada saat ini. Karena kami akan kolaborasi khusus dengan perbankan bikin paket pinjaman UMKM kreatif," papar cawagub nomor urut dua tersebut.


Terkait teknologi, UMKM perlu difasilitasi agar kerjanya efektif dan efisien. "Ada teknologi tepat guna dengan menggandeng SMK. Kami akan berikan fasilitasi teknologi ini," lanjutnya.


Sedangkan SDM kreatif adalah penyangga utama UMKM. "Pelatihan dan beasiswa ekonomi kreatif menjadi jawabannya. Seperti di Desa Gintangan ini. Anak-anak perajinnya kami siapkan beasiswa kuliah jurusan desain produk. Sehingga bisa mengaplikasikannya ke kerajinan bambu," sambung perempuan asal Jakarta tersebut.


Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung pengembangan UMKM kreatif yang digagas Gus Ipul-Puti. Dia menyontohkan Desa Gintangan yang pengembangannya didampingi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). "Lewat kolaborasi dengan Bekraf, ada riset dan edukasinya. Lahir namanya Kanggi, Keranjang Rasa Banyuwangi. Tujuh UMKM kreatif berkolaborasi menghasilkan produk oleh-oleh baru berkemasan bambu," terang Anas.


Dia menilai, program Superstar ala Gus Ipul dan Puti bisa membantu UMKM kreatif Jatim cepat berkembang. Salah satu yang terpenting adalah soal SDM. "Kami di Banyuwangi, berkolaborasi dengan Bekraf dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Baru saja menguji seratus orang perajin batik untuk disertifikasi nasional. Ini penting soal SDM, dan Mbak Puti punya program bagus untuk itu," tambah Anas.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore