
Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung dan Rano Karno foto Bersama usai menyampaikan keterangan pers terkait hasil hitung cepat Pilkada di Jakarta, Rabu (27/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Coblosan Pilkada 2024 telah berakhir kemarin. Hasil sementara bisa dilihat dari versi hitung cepat yang diadakan beberapa lembaga survei.
Di Pulau Jawa-Bali, hasil pilgub menunjukkan dominasi pasangan calon (paslon) yang diusung koalisi parpol pendukung pemerintah. Koalisi gemuk itu bahkan mampu memorak-porandakan kekuatan PDI Perjuangan yang selama ini dikenal sebagai the ruling party.
Di Jateng, misalnya. Paslon PDIP Andika Perkasa-Hendrar Prihadi kalah dibanding Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang disokong sembilan parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Berdasar quick count yang diadakan LSI Denny J.A., Luthfi-Yasin memperoleh 58,56 persen. Sedangkan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi hanya 41,44 persen. Total suara yang masuk sudah mencapai 85 persen. Kekalahan paslon yang diusung PDIP itu terbilang hal baru. Sebab, Jateng selama ini dikenal sebagai ’’kandang banteng’’. Basis utama pendukung PDIP.
Meski demikian, di DKI Jakarta, paslon yang diusung PDIP, yakni Pramono Anung-Rano Karno mampu meraih suara terbanyak. Data Lembaga Survei Indonesia (LSI) hingga pukul 18.00 WIB kemarin, Pram-Rano memperoleh 50,13 persen. Unggul dari pasangan Ridwan Kamil - Suswono yang hanya mendapat 39,24 persen dan Dharma Pongrekuen-Kun Wardhana 10,63 persen.
Kemudian, data SMRC, Pram-Rano memperoleh 50,95 persen. Sedangkan Ridwan Kamil - Suswono 38,90 persen dan Dharma Pongrekuen-Kun Wardhana 10,16 persen.
PDIP juga mampu menjaga kandang bantengnya di Bali. Paslon yang diusung PDIP, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) unggul jauh dibandingkan paslon Made Muliawan Arya (De Gadjah) dan Putu Agus Suradnyana (PAS) atau disingkat Mulia-PAS.
Berdasar hasil penghitungan PDIP, Koster-Giri meraih suara lebih dari 61 persen. Sedangkan Mulia-PAS hanya sekitar 38 persen. Kendati penghitungan itu dilakukan oleh internal PDIP, De Gadjah sudah mengakui kekalahannya. Dia juga mengucapkan selamat kepada Koster-Giri.
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai kekalahan Andika-Hendi di pilgub Jateng menciptakan sejarah tumbangnya PDIP di kandang banteng. Dalam sejarah pilkada sejak 2005, PDIP selalu digdaya di Jateng.
Menurut Umam, kekalahan tersebut bisa dipengaruhi beberapa hal. Pertama, besarnya dominasi mesin politik pengusung Luthfi-Taj Yasin. Kemudian, dukungan politic endorsement dari Jokowi dan Prabowo. Dukungan tersebut memberikan pesan politik yang kuat bagi simpul-simpul kekuatan politik sekaligus para donor.
Umam juga menyebut kekalahan Andika-Hendi dipengaruhi karakter pemilih Jateng di wilayah pantura yang didominasi masyarakat santri. ”Karena itu, mereka (masyarakat pantura) lebih mendukung representasi kandidat nasionalis-santri yang tecermin di Luthfi-Taj Yasin,” kata Umam kepada Jawa Pos.
Bagaimana dengan pilkada Jakarta? Umam menyebut unggulnya Pramono-Rano juga dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, literasi politik masyarakat Jakarta yang lebih baik. ”Sehingga masyarakat Jakarta relatif paling mudah berubah-ubah pilihannya, sesuai basis isu dan narasi yang berkembang,” ujarnya.
Selain itu, Umam menyatakan, kemenangan paslon yang diusung PDIP di Jakarta juga dipengaruhi tidak solidnya mesin politik KIM Plus. Dia menduga aspirasi kepentingan partai-partai pengusung Ridwan Kamil-Suswono kurang terakomodasi dengan baik. ”Akhirnya, mesin politik RK-Suswono melempem jelang coblosan,” imbuhnya.
Kemenangan Pramono-Rano dipengaruhi kedekatan mereka dengan Anies Baswedan. Kemampuan Pramono-Rano dalam mengonsolidasikan basis pemilih loyal Anies, lanjut Umam, bisa jadi menggerus basis pemilih loyal PKS. ”Banyak di antara mereka (pemilih loyal Anies, Red) beririsan dengan basis pemilih loyal PKS,” terangnya. (far/tyo/rya/kap/feb/c6/c19/oni)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
