
Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan salah satu figur dari generasi muda yang menggebrak panggung politik yang kaku di Indonesia.
JawaPos.com - Perkembangan politik di Malaysia di mana ada menteri yang berumur 25 tahun yakni Syed Saddiq Abdul membuka mata bahwa dunia sudah berubah. Kepemimpinan anak muda kini mendapat momentum seiring gempuran teknologi didukung media baru.
Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono mengatakan, dalam contoh tersebut sangat jelas terlihat pemimpin muda dirasa lebih cepat beradaptasi dengan perubahan.
"Dampak lain, politik yang sebelumnya terlihat kaku dan jauh dari realitas sosial, di tangan anak-anak muda, menjadi lebih berwarna," ujar Zaenal dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (6/7).
Zaenal memberi contoh lain misalnya di Kanada, Justin Trudeau juga terpilih sebagai PM di usia 39 tahun. Maka alasan meragukan kapasitas anak muda jelas sebuah pemikiran ahistoris.
Saat ini juga muncul beberapa nama anak muda yang di bursa cawapres. Salah satunya, yakni Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Nama putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bahkan muncul sebagai figur paling populer di sejumlah lembaga survei. Ia bahkan mengungguli politisi muda sekelas Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) ataupun Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
"New blood di politik dengan rekam jejak yang bersih, membuat AHY mendapat apresiasi publik. Apalagi personality-nya terlihat dekat dengan semua kalangan. Dan, jangan lupa ia good looking, sehingga berpotensi merebut perhatian pemilih perempuan yang mayoritas secara jumlah," katanya.
Mengenai isu AHY kurang pengalaman, Zaenal menilai, hal ini suatu stigma yang tidak relevan. AHY punya pengalaman kepemimpinan yang diakui anak buah, rekan sejawat, atasan maupun luar negeri selama 16 tahun di militer.
Bahkan para pemimpin Indonesia di masa lalu, dari mulai Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid (Gus Dur), Megawati Seokarnoputri hingga Joko Widodo (Jokowi) juga tidak punya pengalaman memerintah secara nasional sebelumnya.
"Semua tokoh itu muncul bermodalkan keyakinan, keteguhan dan leadership, yang kemudian diuji di lapangan," ungkapnya.
Oleh sebab itu, apabila masih berdebat tentang pantas atau tidaknya anak muda masuk ke level national leadership, maka sudah pasati bakal ketinggalan dengan negara lain.
"Bahkan kita akan ketinggalan, bahkan oleh Malaysia, negara yang selama ini kita anggap tertinggal dalam demokrasi," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
