
seseorang yang menggunakan makan untuk meredakan migrain./Magnific/primagefactory
JawaPos.com - Migrain bukan sekadar sakit kepala biasa. Bagi sebagian orang, migrain dapat disertai sensasi berdenyut yang kuat, mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, hingga kesulitan berkonsentrasi. Menariknya, ada orang yang merasa sakit kepala atau gejala migrainnya mulai mereda setelah makan.
Fenomena tersebut dapat dipahami dari berbagai sisi. Dari perspektif kesehatan, rasa lapar, perubahan kadar gula darah, dehidrasi, kurang tidur, dan pola makan yang tidak teratur memang dapat menjadi pemicu sakit kepala pada sebagian orang.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (2/9), dari perspektif psikologi, makan juga dapat memengaruhi respons stres, persepsi terhadap rasa sakit, suasana hati, rasa aman, dan kemampuan tubuh untuk kembali ke kondisi yang lebih tenang.
Namun, penting untuk dipahami bahwa makan bukanlah "obat" migrain. Efeknya sangat individual. Pada sebagian orang, makan justru dapat memperburuk kondisi apabila makanan tertentu menjadi pemicu migrain.
Lalu, mengapa makan kadang terasa membantu ketika migrain mulai menyerang?
1. Makan dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat rasa lapar
Salah satu penjelasan paling sederhana adalah bahwa rasa lapar sendiri dapat menjadi sumber stres bagi tubuh dan pikiran.
Ketika seseorang belum makan dalam waktu cukup lama, ia dapat mengalami berbagai sensasi seperti lemas, mudah marah, sulit berkonsentrasi, gemetar, atau merasa tidak nyaman. Jika pada saat yang sama orang tersebut memiliki kecenderungan mengalami migrain, rasa lapar dapat membuat keseluruhan pengalaman terasa lebih berat.
Secara psikologis, otak tidak memproses rasa sakit secara terpisah dari kondisi tubuh lainnya. Rasa lapar, kelelahan, stres, dan nyeri dapat saling memengaruhi persepsi seseorang terhadap apa yang sedang dialaminya.
Bayangkan seseorang sedang mengalami sakit kepala ringan. Ia juga belum makan sejak pagi, merasa lelah, dan mulai sulit berkonsentrasi. Setelah makan, rasa lapar dan ketidaknyamanan tubuh berkurang. Akibatnya, ia mungkin merasa kondisi keseluruhannya menjadi lebih baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
