Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21.20 WIB

7 Kesalahan Tak Terduga yang Kerap Dilakukan Orang yang Teliti Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang terjebak dalam perfeksionisme./Magnific/magnific - Image

seseorang yang terjebak dalam perfeksionisme./Magnific/magnific

JawaPos.com - Orang yang teliti sering dianggap sebagai pribadi yang paling kecil kemungkinannya melakukan kesalahan. Mereka terbiasa memeriksa ulang pekerjaan, memperhatikan detail, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, dan tidak mudah mengambil keputusan secara terburu-buru.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa ketelitian tidak selalu membuat seseorang terbebas dari kesalahan. Justru, kemampuan memperhatikan detail secara berlebihan dapat menciptakan jenis kesalahan tertentu yang tidak selalu terlihat dari luar.

Seseorang bisa sangat teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi tetap melakukan kesalahan karena terlalu banyak berpikir. Ada pula yang terlihat sangat terorganisir, tetapi justru kesulitan menentukan prioritas. Bahkan, keinginan untuk memastikan semuanya benar dapat membuat seseorang terlambat bertindak ketika situasi sebenarnya membutuhkan keputusan cepat.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), terdapat tujuh kesalahan tak terduga yang cukup sering dikaitkan dengan pola perilaku orang yang sangat teliti.

1. Terlalu Lama Memeriksa Sesuatu yang Sebenarnya Sudah Benar

Salah satu paradoks orang teliti adalah mereka terkadang sulit berhenti memeriksa.

Memeriksa kembali pekerjaan tentu merupakan kebiasaan yang baik. Masalah muncul ketika pemeriksaan dilakukan berkali-kali meskipun tidak ada indikasi kuat bahwa sesuatu telah keliru.

Misalnya, seseorang sudah membaca email sebelum mengirimkannya. Tidak menemukan kesalahan, tetapi kemudian membacanya lagi. Setelah itu, ia memeriksa kembali nama penerima, tanda baca, pilihan kata, hingga akhirnya kembali membaca keseluruhan email.

Dalam kondisi tertentu, perilaku seperti ini dapat menjadi bentuk overchecking, yaitu pemeriksaan berlebihan yang tidak lagi memberikan manfaat sebanding dengan waktu dan energi yang dikeluarkan.

Psikologi kognitif mengenal fenomena bahwa perhatian yang terlalu lama pada satu detail dapat meningkatkan keraguan terhadap keputusan yang sebenarnya sudah memadai. Alih-alih semakin yakin, seseorang justru bertanya, "Jangan-jangan masih ada yang terlewat?"

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore