
seseorang yang mendidik anaknya dengan baik./Magnific/magnific
JawaPos.com - Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kasar, mudah merendahkan orang lain, sulit mengendalikan emosi, atau tidak peduli terhadap perasaan orang di sekitarnya.
Namun, perilaku kasar pada anak tidak selalu muncul begitu saja. Cara orang tua berbicara, menetapkan batasan, merespons kesalahan, dan memperlakukan anak setiap hari dapat ikut membentuk cara anak memahami hubungan dengan orang lain.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi terutama dari apa yang mereka lihat dan alami secara berulang. Anak mengamati bagaimana orang tuanya menyelesaikan konflik, meminta maaf, menghadapi frustrasi, serta memperlakukan orang yang memiliki posisi berbeda.
Karena itu, mencegah anak tumbuh menjadi pribadi yang kasar bukan berarti membuat anak selalu menurut atau tidak pernah marah. Justru, anak perlu belajar bahwa marah adalah hal yang wajar, tetapi menyakiti dan merendahkan orang lain bukanlah cara yang tepat untuk mengekspresikannya.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (17/8), terdapat enam pola pengasuhan yang dapat membantu membangun anak menjadi pribadi yang lebih empatik, menghargai orang lain, dan mampu mengendalikan perilakunya.
1. Jadilah contoh cara berbicara yang Anda inginkan dari anak
Anak belajar banyak hal melalui pengamatan. Mereka tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga memperhatikan bagaimana orang tua berbicara kepada pasangan, kakek-nenek, tetangga, pekerja pelayanan, bahkan kepada anak itu sendiri.
Jika orang tua sering membentak ketika marah, menggunakan hinaan ketika kecewa, atau meremehkan orang lain saat terjadi konflik, anak dapat menganggap pola tersebut sebagai sesuatu yang normal.
Sebaliknya, ketika anak melihat orang tuanya mampu mengatakan, "Saya sedang marah, jadi saya perlu menenangkan diri dulu," anak mendapatkan contoh bahwa emosi dapat dikendalikan tanpa harus menyakiti orang lain.
Hal sederhana seperti mengucapkan "tolong", "terima kasih", "maaf", dan "permisi" juga memiliki pengaruh besar. Anak belajar bahwa menghormati orang lain bukan hanya aturan yang berlaku untuk mereka, tetapi merupakan kebiasaan yang dilakukan semua anggota keluarga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
