
seseorang yang mendukung anaknya yang terlibat dalam kekerasan./Magnific/magnific
JawaPos.com - Kekerasan di sekolah bukan sekadar persoalan “anak-anak sedang bertengkar”. Bagi seorang anak, pengalaman dipukul, ditendang, diancam, dihina, dipermalukan, dikucilkan, atau menjadi sasaran perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis yang cukup dalam.
Bahkan ketika luka fisik terlihat kecil atau tidak ada sama sekali, pengalaman tersebut tetap dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kemauan anak untuk datang ke sekolah.
Karena itu, ketika orang tua mengetahui bahwa anak telah mengalami kekerasan di sekolah, respons pertama yang diberikan sangat penting.
Anak membutuhkan lebih dari sekadar nasihat untuk “berani melawan”. Ia membutuhkan orang dewasa yang mampu memberikan rasa aman, mendengarkan tanpa menghakimi, dan membantunya memahami bahwa apa yang terjadi bukan kesalahannya.
Dalam perspektif psikologi, dukungan orang tua dapat menjadi salah satu faktor penting yang membantu anak menghadapi pengalaman traumatis atau penuh tekanan.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (17/8), terdapat delapan cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung anak setelah terjadi kekerasan di sekolah.
1. Dengarkan cerita anak tanpa langsung menghakimi
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberi ruang kepada anak untuk bercerita.
Ketika mengetahui anak mengalami kekerasan, orang tua mungkin langsung merasa marah, takut, atau ingin segera mencari pihak yang bertanggung jawab. Perasaan tersebut sangat wajar. Namun, bila emosi orang tua langsung muncul dalam bentuk kemarahan atau interogasi, anak justru dapat merasa semakin tertekan.
Cobalah memulai percakapan dengan kalimat sederhana seperti:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
