
seseorang yang membatasi kontak dengan orang tua./Magnific/prostock-studio
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak sering dianggap sebagai salah satu hubungan yang paling kuat dan tidak terputus dalam kehidupan seseorang. Ada anggapan bahwa seberapa pun berat konflik yang terjadi, seorang anak pada akhirnya akan selalu kembali kepada orang tuanya.
Namun, kenyataan psikologis tidak selalu demikian.
Ada orang dewasa yang memilih untuk menjaga jarak dari orang tua mereka. Sebagian hanya mengurangi frekuensi komunikasi, sementara yang lain memilih hubungan yang sangat terbatas, bahkan memutus kontak sama sekali. Keputusan tersebut sering kali dianggap sebagai bentuk ketidaktaatan, tidak tahu berterima kasih, atau terlalu sensitif.
Padahal, dari sudut pandang psikologi, keputusan untuk membatasi hubungan keluarga bisa memiliki latar belakang yang jauh lebih kompleks.
Tidak semua anak dewasa menjauh karena membenci orang tuanya. Dalam beberapa kasus, menjaga jarak justru merupakan cara seseorang melindungi kesehatan psikologis, mempertahankan batas pribadi, atau menghentikan pola hubungan yang selama bertahun-tahun membuatnya tertekan.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (19/8), terdapat lima alasan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang yang telah dewasa memilih untuk tidak berhubungan atau membatasi kontak dengan orang tuanya.
1. Hubungan dengan Orang Tua Terasa Secara Konsisten Menguras Emosi
Salah satu alasan paling umum seseorang membatasi hubungan dengan orang tua adalah karena interaksi tersebut terus-menerus menimbulkan tekanan emosional.
Hubungan keluarga tentu tidak harus selalu menyenangkan. Konflik sesekali merupakan bagian normal dari hubungan manusia. Namun, masalah muncul ketika setiap komunikasi hampir selalu diikuti oleh perasaan takut, bersalah, cemas, marah, tertekan, atau kelelahan secara emosional.
Misalnya, seorang anak dewasa mungkin merasa bahwa setiap kali berbicara dengan orang tuanya, pembicaraan akan berubah menjadi kritik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
