Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 20.54 WIB

Mengapa Hal Paling Baik yang Dapat Dilakukan Seorang Kakek atau Nenek Adalah Sekadar Mendengarkan Menurut Psikologi

seseorang yang mendengarkan anaknya./Magnific/teksomolika - Image

seseorang yang mendengarkan anaknya./Magnific/teksomolika

JawaPos.com - Di banyak keluarga, kakek dan nenek sering dianggap sebagai sumber kebijaksanaan. Pengalaman hidup mereka yang panjang membuat setiap nasihat terasa berharga.

Tidak sedikit pula orang tua yang berharap kakek dan nenek dapat membantu membimbing cucu dengan memberikan arahan, mengajarkan nilai-nilai kehidupan, atau bahkan membantu menyelesaikan berbagai masalah keluarga.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (9/7), psikologi modern justru menunjukkan sesuatu yang menarik. Salah satu hal paling berharga yang dapat diberikan seorang kakek atau nenek kepada anak, cucu, bahkan kepada anak-anak mereka yang sudah dewasa bukanlah nasihat yang panjang, melainkan kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian.

Mendengarkan mungkin terdengar sederhana. Tidak membutuhkan biaya, tidak memerlukan pendidikan khusus, dan sering kali dianggap sebagai tindakan pasif.

Padahal, dalam dunia psikologi, mendengarkan merupakan bentuk dukungan emosional yang sangat kuat dan memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental serta kualitas hubungan keluarga.

Mendengarkan Membuat Seseorang Merasa Diterima

Setiap manusia memiliki kebutuhan mendasar untuk merasa didengar. Ketika seseorang berbicara tentang kesedihan, kegagalan, atau kebahagiaannya, ia sebenarnya sedang mencari ruang yang aman untuk mengekspresikan diri.

Psikolog menyebut pengalaman ini sebagai emotional validation, yaitu ketika perasaan seseorang diakui tanpa langsung dihakimi atau diperbaiki.

Banyak orang justru tidak membutuhkan solusi. Mereka membutuhkan seseorang yang benar-benar hadir, memperhatikan, dan memahami apa yang sedang mereka alami.

Kakek dan nenek memiliki posisi yang unik dalam keluarga. Berbeda dengan orang tua yang sering kali harus mendisiplinkan anak atau mengambil keputusan, mereka biasanya memiliki hubungan yang lebih santai dengan cucu. Hubungan ini menciptakan rasa aman sehingga cucu lebih mudah membuka diri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore