
Ilustrasi anak yang sukses. (Freepik)
JawaPos.com - Pendidikan anak usia dini dinilai tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan karakter, kemampuan sosial-emosional, hingga kemampuan mengendalikan emosi justru menjadi pondasi penting yang perlu dibangun sejak usia dini agar anak siap menghadapi tantangan di masa depan.
Hal tersebut disampaikan oleh pakar pendidikan anak usia dini (PAUD) sekaligus founder of ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati. Menurutnya, kualitas pendidikan pada masa awal kehidupan sangat menentukan berbagai aspek perkembangan anak, sehingga sekolah perlu menerapkan pendekatan yang menyeluruh atau holistik.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan anak tidak cukup hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Program pendidikan harus mampu mengembangkan berbagai aspek, mulai dari kemampuan akademik, motorik, sosial-emosional, hingga karakter.
Baca Juga:Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 6 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Salah satunya dengan menghadirkan gym di sekolah agar motorik halus dan kasar anak terus berkembang. Terlebih, gym dikenal sebagai ibu dari segala macam olahraga.
“Jadi kalau menurut saya kenapa pendidikan PAUD sangat penting? Lima tahun pertama dari mereka lahir perkembangan otak sangat cepat. Exponential growth. Tahun-tahun penting, sehingga kualitas PAUD sangat menentukan hasil belajar anak,” kata Neeltje di sela-sela penandatanganan MoA kemitraan strategis dengan Miriam College di Jakarta, Senin (6/7).
Menurutnya, interaksi yang berkualitas antara guru dan anak akan membantu membentuk berbagai kompetensi yang dibutuhkan anak di masa depan.
Bahkan, ia mengatakan, kemampuan sosial-emosional anak menjadi bekal penting karena kehidupan saat ini menuntut seseorang mampu bekerja sama, berkolaborasi, serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
Selain itu, anak juga perlu memiliki kemampuan self regulation atau mengendalikan diri sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan tersebut berperan besar dalam membentuk perilaku anak ketika menghadapi berbagai situasi.
"Dia punya self regulation-nya harus bagus, nggak sedikit-sedikit tantrum, tetapi dia bisa control, dia bisa self regulate, dia bisa menghormati orang tua, orang yang guru-guru,” ungkap dia.
Tak hanya itu, pembentukan karakter juga menjadi salah satu fokus utama dalam pendidikan anak usia dini. Ia menilai masa awal kehidupan merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan berbagai nilai positif kepada anak.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
