Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 April 2026 | 02.36 WIB

Orang Tua yang Memiliki Hubungan Paling Dekat dengan Anak-Anak Mereka yang Sudah Dewasa Melakukan 8 Hal Ini Sejak Dini Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki hubungan dengan anak-anaknya. (Freepik/armmypicca) - Image

seseorang yang memiliki hubungan dengan anak-anaknya. (Freepik/armmypicca)

JawaPos.com - Banyak orang tua berharap bahwa hubungan dengan anak akan tetap hangat dan dekat bahkan ketika anak-anak mereka sudah dewasa. Namun kenyataannya, tidak semua hubungan orang tua–anak bertahan dengan kualitas yang sama seiring waktu. Ada yang menjadi renggang, penuh jarak emosional, atau bahkan dipenuhi konflik yang tidak terselesaikan.

Menurut berbagai studi dalam psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, kedekatan emosional di masa dewasa bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Hubungan itu dibangun sejak dini—melalui pola asuh, komunikasi, dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 hal yang biasanya dilakukan sejak awal oleh orang tua yang berhasil membangun hubungan yang kuat, sehat, dan penuh kedekatan dengan anak-anak mereka hingga dewasa.

1. Mereka Mendengarkan, Bukan Hanya Mengarahkan

Sejak anak masih kecil, orang tua yang dekat dengan anaknya cenderung lebih banyak mendengarkan dibandingkan sekadar memberi instruksi.

Mereka:

Memberi ruang bagi anak untuk berbicara
Tidak langsung menghakimi atau menyela
Menganggap perasaan anak itu valid, meskipun tampak sepele

Secara psikologis, ini membantu anak merasa dihargai sebagai individu. Ketika dewasa, anak akan tetap merasa nyaman berbagi cerita karena sejak kecil mereka terbiasa didengar, bukan dihakimi.

2. Mereka Menghargai Emosi Anak

Alih-alih mengatakan “jangan nangis” atau “itu hal kecil saja,” orang tua yang membangun kedekatan justru membantu anak memahami emosinya.

Mereka mengajarkan:

Nama-nama emosi (marah, sedih, kecewa, takut)
Cara mengekspresikan emosi dengan sehat
Bahwa semua perasaan itu boleh dirasakan

Hal ini membentuk kecerdasan emosional. Anak yang tumbuh dengan validasi emosi cenderung lebih terbuka secara emosional kepada orang tuanya saat dewasa.

3. Mereka Konsisten, Bukan Sekadar Keras

Konsistensi dalam aturan jauh lebih penting daripada sekadar ketegasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore