
seseorang yang memiliki hubungan dengan anak-anaknya. (Freepik/armmypicca)
JawaPos.com - Banyak orang tua berharap bahwa hubungan dengan anak akan tetap hangat dan dekat bahkan ketika anak-anak mereka sudah dewasa. Namun kenyataannya, tidak semua hubungan orang tua–anak bertahan dengan kualitas yang sama seiring waktu. Ada yang menjadi renggang, penuh jarak emosional, atau bahkan dipenuhi konflik yang tidak terselesaikan.
Menurut berbagai studi dalam psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, kedekatan emosional di masa dewasa bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Hubungan itu dibangun sejak dini—melalui pola asuh, komunikasi, dan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 8 hal yang biasanya dilakukan sejak awal oleh orang tua yang berhasil membangun hubungan yang kuat, sehat, dan penuh kedekatan dengan anak-anak mereka hingga dewasa.
1. Mereka Mendengarkan, Bukan Hanya Mengarahkan
Sejak anak masih kecil, orang tua yang dekat dengan anaknya cenderung lebih banyak mendengarkan dibandingkan sekadar memberi instruksi.
Mereka:
Memberi ruang bagi anak untuk berbicara
Tidak langsung menghakimi atau menyela
Menganggap perasaan anak itu valid, meskipun tampak sepele
Secara psikologis, ini membantu anak merasa dihargai sebagai individu. Ketika dewasa, anak akan tetap merasa nyaman berbagi cerita karena sejak kecil mereka terbiasa didengar, bukan dihakimi.
2. Mereka Menghargai Emosi Anak
Alih-alih mengatakan “jangan nangis” atau “itu hal kecil saja,” orang tua yang membangun kedekatan justru membantu anak memahami emosinya.
Mereka mengajarkan:
Nama-nama emosi (marah, sedih, kecewa, takut)
Cara mengekspresikan emosi dengan sehat
Bahwa semua perasaan itu boleh dirasakan
Hal ini membentuk kecerdasan emosional. Anak yang tumbuh dengan validasi emosi cenderung lebih terbuka secara emosional kepada orang tuanya saat dewasa.
3. Mereka Konsisten, Bukan Sekadar Keras
Konsistensi dalam aturan jauh lebih penting daripada sekadar ketegasan.
Orang tua yang dekat dengan anak:
Menetapkan batasan yang jelas
Konsisten dalam menerapkan aturan
Tidak berubah-ubah tergantung suasana hati
Dari sudut pandang psikologi, konsistensi menciptakan rasa aman. Anak tahu apa yang diharapkan dan merasa hidupnya stabil. Ini menjadi fondasi kepercayaan jangka panjang.
4. Mereka Memberikan Kebebasan Bertahap
Orang tua yang sehat secara psikologis tidak terlalu mengontrol, tetapi juga tidak membiarkan tanpa arah.
Mereka:
Memberi kebebasan sesuai usia
Mengizinkan anak membuat keputusan kecil sejak dini
Mengajarkan konsekuensi, bukan sekadar hukuman
Saat anak tumbuh dewasa, mereka tidak merasa “tercekik” oleh orang tua. Sebaliknya, mereka melihat orang tua sebagai tempat kembali, bukan sosok yang harus dihindari.
5. Mereka Menjadi Contoh, Bukan Hanya Pemberi Nasihat
Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihat dibandingkan dari apa yang didengar.
Orang tua yang berhasil menjaga kedekatan:
Menunjukkan cara berkomunikasi yang sehat
Mempraktikkan empati dalam kehidupan sehari-hari
Menunjukkan cara menghadapi konflik dengan baik
Dalam psikologi sosial, ini disebut sebagai modeling behavior. Anak yang melihat contoh positif akan lebih mudah membangun hubungan sehat—termasuk dengan orang tuanya sendiri saat dewasa.
6. Mereka Tidak Menggunakan Rasa Takut sebagai Alat
Beberapa orang tua menggunakan ancaman, hukuman keras, atau rasa takut untuk mengontrol anak. Namun pendekatan ini justru menciptakan jarak emosional.
Sebaliknya, orang tua yang dekat dengan anak:
Mengedepankan dialog daripada intimidasi
Menjelaskan alasan di balik aturan
Membangun rasa hormat, bukan rasa takut
Anak yang dibesarkan dengan rasa takut cenderung menjauh saat dewasa. Sementara anak yang dibesarkan dengan rasa hormat akan tetap mendekat secara sukarela.
7. Mereka Meminta Maaf Ketika Salah
Ini adalah salah satu hal yang paling kuat namun sering diabaikan.
Orang tua yang sehat secara emosional:
Tidak gengsi mengakui kesalahan
Meminta maaf dengan tulus
Menunjukkan bahwa semua orang bisa belajar
Dalam psikologi, ini memperkuat hubungan karena menciptakan rasa setara secara emosional. Anak belajar bahwa hubungan bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang saling menghargai.
8. Mereka Menjaga Hubungan, Bukan Hanya Peran
Orang tua yang memiliki hubungan dekat dengan anak tidak hanya fokus pada “peran sebagai orang tua,” tetapi juga pada hubungan sebagai manusia.
Mereka:
Meluangkan waktu berkualitas bersama
Menunjukkan ketertarikan pada dunia anak
Menjaga komunikasi tetap hangat bahkan saat anak tumbuh besar
Ketika anak dewasa, hubungan ini tidak hilang. Ia berubah menjadi hubungan yang lebih setara—seperti sahabat, bukan sekadar otoritas.
Penutup
Hubungan yang dekat antara orang tua dan anak dewasa bukanlah hasil dari satu momen besar, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak dini.
Psikologi menunjukkan bahwa hal-hal sederhana seperti mendengarkan, menghargai emosi, dan membangun kepercayaan memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa.
Pada akhirnya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh empati, rasa aman, dan penghargaan akan lebih mungkin:
Tetap terhubung dengan orang tua
Membangun komunikasi yang sehat
Menjadikan orang tua sebagai tempat pulang, bukan tempat yang dijauhi

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
