
Ilustrasi anak yang kehilangan ibunya. (Pexels/RDNE Stock project)
JawaPos.com - Kehilangan ibu merupakan salah satu pengalaman emosional paling mendalam yang dapat dialami setiap anak.
Namun bagi seorang anak perempuan, kehilangan ibu bisa menjadi hal yang lebih berat dan berlarut cukup panjang.
Apalagi ketika mengingat sosok ibu bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga menjadi tempat pertama untuk berbagi, belajar, dan merasakan kasih sayang tanpa syarat.
Ketika figur ini hilang, dampaknya tidak hanya terasa dalam waktu singkat, tetapi bisa berlangsung dalam jangka panjang, bahkan hingga bertahun-tahun.
Dalam perspektif psikologi, kehilangan ibu dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak perempuan, mulai dari kondisi emosional, cara membangun hubungan, hingga cara memandang dirinya sendiri.
Tidak jarang, perasaan kehilangan ini muncul berulang kali dalam kehidupan sehari-hari, dipicu oleh hal-hal sederhana seperti kenangan, momen penting, atau kebutuhan emosional yang tidak lagi terpenuhi.
Dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah 11 emosi yang sering dirasakan anak perempuan ketika kehilangan ibunya, yang dalam banyak kasus bisa hadir hampir setiap hari.
1. Rasa Kehilangan yang Mendalam
Rasa kehilangan bukan sekadar kesedihan biasa, melainkan perasaan hampa yang sulit dijelaskan.
Anak perempuan yang kehilangan ibunya sering merasakan adanya “ruang kosong” dalam hidup yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022