
seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang jarang memuji./Freepik/Flowo
JawaPos.com - Tidak semua orang tumbuh dengan tepuk tangan, kata-kata manis, atau pujian yang menguatkan.
Bagi sebagian orang, masa kecil diwarnai oleh keheningan: usaha yang dianggap “sudah seharusnya”, prestasi yang berlalu tanpa komentar, dan kegagalan yang lebih cepat disorot daripada keberhasilan. Orang tua mungkin mencintai, tetapi jarang mengekspresikannya lewat pujian.
Menariknya, psikologi tidak selalu memandang pengalaman ini sebagai luka semata. Dalam banyak kasus, anak-anak yang jarang dipuji justru mengembangkan motivasi internal yang kuat—dorongan dari dalam diri, bukan dari pengakuan luar. Motivasi ini berbeda sifatnya: lebih sunyi, lebih dalam, dan sering kali bertahan lama.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (22/1), terdapat tujuh ciri motivasi internal yang kerap muncul pada individu yang dibesarkan tanpa banyak pujian, menurut sudut pandang psikologi perkembangan dan kepribadian.
1. Dorongan Kuat untuk Membuktikan Diri pada Diri Sendiri
Ketika pujian eksternal jarang datang, anak belajar satu hal penting: kepuasan harus ditemukan di dalam diri sendiri.
Mereka terbiasa bertanya, “Apakah aku sudah melakukan yang terbaik?” bukan “Apakah orang lain bangga padaku?”
Akibatnya, standar internal menjadi kompas utama. Mereka termotivasi bukan karena ingin dilihat hebat, melainkan karena ingin merasa utuh dan layak di mata sendiri.
Dalam jangka panjang, ini membentuk pribadi yang relatif tahan terhadap naik-turunnya validasi sosial.
2. Ketekunan Tinggi Meski Tanpa Pengakuan
Psikologi menyebut ini sebagai grit—kemampuan bertahan dan terus melangkah meski tanpa sorotan.
Anak yang jarang dipuji tidak terbiasa mendapatkan “hadiah emosional” di setiap pencapaian, sehingga mereka belajar bekerja tanpa janji apresiasi.
Saat dewasa, mereka sering kali tetap konsisten meski kerja kerasnya tidak langsung terlihat atau dihargai. Mereka tidak mudah berhenti hanya karena tidak ada yang menonton.
3. Kepekaan Tinggi terhadap Kualitas, Bukan Sekadar Hasil
Tanpa pujian verbal, fokus sering bergeser dari hasil akhir ke proses dan kualitas. Mereka belajar menilai diri sendiri melalui detail: apakah pekerjaannya rapi, apakah keputusannya masuk akal, apakah usahanya sungguh-sungguh.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
