
Ilustrasi bertengkar dengan orang tua./Freepik.
JawaPos.com - Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan siap menghadapi segala tantangan hidup. Namun, ada kalanya niat baik untuk melindungi dan mempermudah jalan hidup anak justru berbalik menjadi bumerang.
Tanpa disadari, tindakan yang dilakukan dengan alasan "sayang" justru menciptakan anak-anak yang lemah mental karena tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan ketangguhan dan keterampilan emosional dasar.
Membesarkan anak yang tangguh bukan berarti harus membiarkannya menderita, melainkan memberikan ruang baginya untuk belajar dari kesulitan, kegagalan, dan ketidaknyamanan.
Berikut 7 kebiasaan buruk orang tua yang membuat mental anak rapuh seperti dirangkum dari laman Your Tango, Rabu (1/10).
1. Selalu 'Menyelamatkan' Anak dari Semua Masalahnya
Salah satu kesalahan fatal adalah terbiasa menyelesaikan semua masalah anak, mulai dari pertengkaran kecil dengan teman, hingga urusan nilai buruk di sekolah. Ketika kamu selalu mendominasi dan menjadi "pahlawan" yang menyingkirkan semua hambatan, kamu tanpa sadar menghilangkan kesempatan penting bagi anak untuk belajar tanggung jawab dan otonomi.
Tindakan ini mengirimkan pesan bahwa mereka tidak mampu menangani situasi sulit sendirian. Tentu saja, kamu harus mendukung dan membantu, tetapi terkadang, membiarkan mereka menghadapi sedikit ketidaknyamanan, kecemasan, atau kesulitan mengajarkan mereka kekuatan persiapan, pengaturan emosi, dan membangun kepercayaan diri karena berhasil melewati tantangan dengan usahanya sendiri.
2. Melindungi Mereka secara Berlebihan dari Ketidaknyamanan
Kita menjadi lebih tangguh dan percaya diri justru ketika kita diizinkan menghadapi kesulitan. Orang tua yang berusaha keras melindungi anak dari segala bentuk ketidaknyamanan atau ketakutan kecil dalam hidupnya, secara tidak langsung mendorong anak untuk terputus dari kenyataan dan kesadaran emosionalnya sendiri.
Jika anak tidak pernah tahu apa yang terjadi di dunia atau di dalam keluarganya karena kamu selalu menutupinya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang optimis dan tidak memiliki keterampilan coping dasar.
Anak-anak yang lemah mental adalah mereka yang tidak mampu mengadvokasi, melindungi, dan mengatur dirinya sendiri saat dihadapkan pada ketidakpastian atau perubahan di masa depan.
3. Menyembunyikan Argumen dan Percakapan Sulit dari Anak
Anak-anak belajar cara berinteraksi, membangun hubungan, dan merespons konflik dari contoh yang mereka lihat di rumah. Menyembunyikan setiap pertengkaran dengan pasangan atau menghindari percakapan sulit (misalnya masalah keuangan keluarga) justru merugikan anak dalam jangka panjang.
Mereka tidak belajar bagaimana menghadapi, mengelola, dan menyelesaikan konflik secara sehat. Penting untuk diingat bahwa anak-anak yang tumbuh di sekitar orang tua yang terbuka, meskipun sedang bertengkar, dan menunjukkan resolusi konflik yang sehat akan mengembangkan keterampilan komunikasi, empati, dan regulasi emosi yang jauh lebih baik untuk menavigasi hubungan mereka di masa depan.
4. Tidak Pernah Mengatakan 'Tidak' pada Anak
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022