
Ilustrasi seorang ayah dan anak dewasa yang sedang duduk bersama, terlibat dalam percakapan yang penuh keakraban. (Freepik)
JawaPos.com - Menjaga ikatan erat dengan anak seiring mereka tumbuh dewasa bisa menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Fase ini sering membawa perubahan dalam dinamika hubungan, dari peran pengajar menjadi sahabat. Namun, ada beberapa perilaku spesifik yang membedakan orang tua yang sukses melakukannya.
Melansir dari Geediting.com Senin (18/8), ikatan yang kuat ini tidak terbentuk secara kebetulan. Sebaliknya, itu adalah hasil dari praktik yang konsisten dan penuh kesadaran. Mari kita telusuri tujuh perilaku yang memperkuat ikatan emosional ini.
1. Mendengarkan secara Aktif
Orang tua yang terikat secara emosional adalah pendengar yang luar biasa. Mereka tidak hanya mendengar kata-kata, tetapi juga benar-benar memahami perasaan di baliknya. Mereka menatap mata anak saat berbicara dan mengangguk untuk menunjukkan keterlibatan.
Mereka juga memparafrasekan atau merangkum ucapan anak. Cara ini menunjukkan bahwa pikiran dan perasaan anak sangat penting bagi mereka.
2. Komunikasi Terbuka
Komunikasi adalah garis hidup dari setiap hubungan yang sehat, termasuk antara orang tua dan anak. Orang tua ini menciptakan ruang aman bagi anak untuk berbagi pikiran tanpa takut dihakimi. Mereka tidak takut untuk berbicara secara jujur tentang perasaan.
Mereka terbuka tentang kegembiraan, ketakutan, dan kekecewaan mereka. Sikap ini mendorong anak untuk melakukan hal yang sama.
3. Rutinitas yang Konsisten
Meskipun sibuk, orang tua ini tetap menjaga rutinitas yang konsisten bersama anak. Hal ini bisa berupa makan malam bersama atau berjalan-jalan di akhir pekan. Interaksi yang konsisten ini menjadi ritual berharga yang dinanti-nanti anak.
Rutinitas ini menawarkan peluang emas untuk menghabiskan waktu berkualitas dan berkomunikasi. Ini merupakan pondasi yang penting untuk memperkuat ikatan mereka.
4. Menunjukkan Empati yang Tulus
Satu di antara perilaku yang paling berharga adalah kemampuan untuk menunjukkan empati. Ini berarti orang tua berusaha memahami perasaan anak tanpa mencoba memperbaikinya. Mereka juga bersedia memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.
Empati dapat memberikan kenyamanan dan membangun kepercayaan yang mendalam antara orang tua dan anak. Sikap ini sangat penting dalam menciptakan koneksi yang kokoh.
5. Mengakui Kesalahan

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
