Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 15.16 WIB

5 Kesalahan Fatal Orangtua Saat Anak Berbuat Salah, Jangan Diulangi Lagi!

Seorang anak kecil yang tampak murung dengan bayangan figur dewasa yang dominan, melambangkan dampak orang tua narsistik./Freepik - Image

Seorang anak kecil yang tampak murung dengan bayangan figur dewasa yang dominan, melambangkan dampak orang tua narsistik./Freepik

JawaPos.com - Setiap anak terlahir tanpa membawa pengetahuan, namun mereka belajar dari lingkungan di sekitarnya.

Lingkungan pertama yang dikenalnya adalah orang tua, sehingga peran orang tua sangat penting sebagai pendidik utama.

Dilansir dari laman YouTube Ruang Edukasi, banyak orangtua yang tanpa sadar justru memperburuk perilaku anak saat menegur kesalahan mereka.

Kesalahan dalam menanggapi perilaku anak bisa berdampak besar bagi masa depannya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami apa yang sebaiknya tidak dilakukan saat anak melakukan kesalahan.

1. Menegur Anak di Depan Umum

Menegur anak di depan banyak orang akan membuat mereka merasa malu, tidak dihargai, bahkan bisa merusak rasa percaya dirinya. Sebaiknya ajak anak ke tempat yang tenang, lalu bicarakan kesalahannya dengan nada lembut dan penuh kasih sayang.

Hal ini penting agar anak tetap merasa aman dan tidak merasa dipermalukan. Jika anak terlalu sering dipermalukan, ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang minder dan tidak berani mengekspresikan diri.

2. Langsung Marah Tanpa Mendengar Penjelasan Anak

Sering kali kita melihat anak memukul temannya atau memecahkan barang, lalu langsung dimarahi. Padahal, bisa jadi anak melakukannya karena alasan tertentu, seperti membela diri atau tidak sengaja.

Orangtua perlu memberi ruang bagi anak untuk menjelaskan. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa kesalahan bisa diperbaiki, dan mereka tidak perlu berbohong demi menghindari kemarahan.

3. Membentak atau Berteriak

Tujuan membentak memang agar anak disiplin, tetapi dampaknya justru sebaliknya. Anak bisa merasa takut, menjauh secara emosional, atau bahkan meniru perilaku membentak saat menghadapi orang lain.

Berbicaralah dengan tenang meski anak sedang melakukan kesalahan. Walau tidak mudah, hal ini akan membantu membangun hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.

4. Menerapkan Hukuman yang Tidak Sesuai

Memberikan hukuman yang tidak sepadan dengan kesalahan akan membuat anak merasa diperlakukan tidak adil. Misalnya, saat anak merusak HP, lalu dihukum dilarang bermain selama tiga hari.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore