
Ilustrasi kebiasaan parenting anak yang percaya diri dan sukses. (Freepik).
3. Kurangi Waktu Layar, Tambah Waktu Bersama Keluarga
Nicholeen mengingatkan bahwa perangkat digital seperti ponsel dan media sosial tidak membangun kepercayaan diri, justru sebaliknya.
Anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar cenderung lebih sulit menjalin hubungan sosial yang nyata.
Ia menyarankan agar anak lebih banyak mendapatkan “waktu orang” dibanding “waktu layar.” Salah satu cara terbaik adalah dengan menjaga anak tetap dekat dengan keluarga.
Dalam lingkungan keluarga yang hangat dan penuh perhatian, anak belajar menyelesaikan konflik, memahami emosi, dan membentuk rasa aman, semua hal ini adalah pondasi kuat untuk bersosialisasi di luar rumah.
Nicholeen bahkan menyatakan: “Jika anak-anak bisa berteman dengan saudara kandung mereka, maka mereka bisa berteman dengan siapa pun.”
4. Ajarkan Apa yang Dibutuhkan Orang dalam Hubungan
Anak juga perlu tahu: berteman bukan hanya soal punya teman bermain, tapi juga tentang saling mendengarkan, memahami, dan menunjukkan perhatian.
Menurut Nicholeen, anak-anak perlu belajar menjadi pendengar yang baik, tidak hanya bicara soal diri sendiri. Anak yang terus-menerus bicara tentang dirinya sendiri biasanya kurang percaya diri, sedangkan anak yang percaya diri justru fokus pada orang lain.
Keterampilan ini disebut Nicholeen sebagai “kecerdasan praktis”. Bukan hanya berguna untuk berteman, tapi juga akan membantu anak sukses dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat mencari kerja atau membangun hubungan dewasa nanti.
Keluarga adalah Sekolah Sosial Pertama Anak
Jika hubungan di dalam keluarga belum sehangat yang diharapkan, bukan berarti sudah terlambat. Nicholeen merekomendasikan agar orang tua terus mengembangkan kebersamaan dan komunikasi positif di rumah.
Lingkungan keluarga yang harmonis adalah tempat terbaik bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi secara sehat, membentuk rasa percaya diri, dan menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, orang tua bisa menjadi fasilitator utama dalam membantu anak-anak mereka membangun pertemanan yang bermakna—bukan hanya sekadar “punya teman,” tapi juga punya keterampilan sosial yang akan mereka bawa seumur hidup.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
