Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 00.35 WIB

Orang Tua yang Tidak Memenuhi Kebutuhan Emosional Anak Tanpa Sadar Sering Menunjukkan Kebiasaan Ini di Rumah, Menurut Psikologi

Ilustrasi anak yang tampak sedih atau bingung menghadapi interaksi dengan orang dewasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak yang tampak sedih atau bingung menghadapi interaksi dengan orang dewasa. (Freepik)

JawaPos.com – Tumbuh dewasa dalam sebuah keluarga seharusnya menjadi masa di mana kebutuhan emosional anak terpenuhi dengan baik dan penuh kasih sayang.

Namun, tidak jarang beberapa anak justru mengalami masa kecil dengan pola interaksi yang membentuk mereka tanpa disadari.

Ironisnya, beberapa perilaku yang terasa normal di dalam rumah bisa jadi merupakan tanda bahwa orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional anak sepenuhnya.

Pola asuh semacam ini sering kali membentuk cara anak berinteraksi dengan dunia luar. Melansir dari Geediting.com Rabu (21/05), ada enam perilaku yang jika terasa biasa di rumah anda, bisa menjadi indikasi hal tersebut.

  1. Menganggap perasaan anak sebagai hal berlebihan

Satu di antara tanda yang mencolok adalah ketika orang tua sering menganggap perasaan anak terlalu dramatis atau sensitif secara berlebihan.

Mereka mungkin cenderung mengecilkan atau menertawakan emosi yang dirasakan anak, membuat anak merasa tidak valid.

  1. Menggunakan rasa bersalah untuk mengontrol anak

Orang tua kadang memakai rasa bersalah sebagai alat untuk memanipulasi atau mengendalikan tindakan serta keputusan anak. Mereka mungkin membuat Anak merasa bersalah atas hal-hal yang sebenarnya bukan tanggung jawab Anak.

  1. Mengukur nilai diri hanya dari pencapaian

Di rumah, nilai seorang anak sering kali diukur semata-mata berdasarkan prestasi yang berhasil diraih, bukan dari siapa mereka sebagai individu.

Kasih sayang atau penerimaan mungkin terasa bergantung pada seberapa sukses anak dalam memenuhi ekspektasi tertentu.

  1. Memutus komunikasi atau menarik diri secara emosional

Ketika ada konflik atau perasaan sulit, orang tua mungkin memilih untuk menutup diri secara emosional atau bahkan tidak berbicara sama sekali.

Ini menciptakan suasana di mana anak merasa diabaikan dan tidak ada dukungan emosional yang bisa diharapkan dari orang tua.

  1. Mengejek atau menggunakan sarkasme kasar untuk "menguatkan"

Beberapa orang tua menggunakan ejekan, cemoohan, atau sarkasme yang menyakitkan dengan alasan untuk membuat anak lebih tangguh.

 Padahal, perilaku ini justru merusak harga diri anak dan membuat mereka merasa tidak dicintai atau dihargai.

  1. Mengabaikan privasi atau batasan

Keluarga dengan orang tua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional seringkali tidak menghormati batasan atau privasi anak.

Mereka mungkin merasa berhak tahu segalanya atau masuk ke ruang pribadi Anak tanpa izin yang jelas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore