Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 02.40 WIB

Apakah Makanan yang Dimakan Ibu Menyusui Dapat Dirasakan Bayi Melalui ASI? Ini Faktanya

Ilustrasi ibu memberikan ASI pada bayi. (Freepik) - Image

Ilustrasi ibu memberikan ASI pada bayi. (Freepik)

JawaPos.com – Pernah merasa penasaran apakah rasa makanan yang dikonsumsi ibu bisa sampai ke bayi melalui ASI? Misalnya, setelah makan kari atau bawang putih, lalu menyusui, apakah bayi bisa merasakan perbedaannya?

Ternyata, jawabannya iya. Bahkan, menurut sejumlah penelitian, rasa dalam ASI bisa memengaruhi preferensi makanan bayi di masa depan.

Dikutip dari Parentingscience, penelitian selama beberapa dekade menunjukkan, rasa makanan yang dikonsumsi ibu memang dapat masuk ke dalam ASI dan dirasakan oleh bayi.

Ini bukan sekadar mitos, tapi fakta ilmiah yang sudah terbukti melalui uji laboratorium dan observasi perilaku bayi.

Rasa dalam Makanan Masuk ke ASI dalam Waktu Singkat

Salah satu studi terkenal oleh Mennella dan Beauchamp (1991) menunjukkan bahwa rasa bawang putih muncul dalam ASI sekitar 2–3 jam setelah dikonsumsi.

Ibu menyusui dalam studi ini diberi kapsul bawang putih, dan ternyata bayi mereka menyusu lebih lama dibanding bayi dari ibu yang menelan kapsul plasebo, menandakan ketertarikan terhadap rasa tersebut.

Rasa lainnya pun menunjukkan pola serupa. Dalam penelitian Hausner dan timnya (2008), empat rasa, yakni pisang, jintan, adas manis, dan mentol dapat terdeteksi dalam ASI dalam waktu satu hingga beberapa jam setelah konsumsi. Pisang, misalnya, muncul paling cepat hanya dalam satu jam.

Penelitian terbaru di 2024, menemukan bahwa linalool, senyawa dari masakan kari, terdeteksi dalam ASI satu jam setelah makan.

Bayi Bisa Mengingat Rasa dalam ASI

Bayi ternyata juga bisa mengingat rasa-rasa yang mereka cicipi lewat ASI. Dalam eksperimen Julie Mennella dan timnya (2001), ibu menyusui diminta minum jus wortel setiap hari selama dua bulan.

Ketika bayi mereka berusia 5–6 bulan dan mulai MPASI, mereka diberi bubur polos dan bubur rasa wortel.

Menariknya, semua bayi memang membuat ekspresi wajah “protes” saat merasakan bubur wortel, tapi bayi yang sebelumnya sudah "mengenal" rasa wortel melalui ASI menunjukkan reaksi negatif yang lebih ringan.

Mereka tampaknya mengenali rasa wortel, meskipun telah berbulan-bulan sejak paparan terakhir.

Studi lanjutan (Mennella et al. 2017) menghasilkan temuan serupa. Bayi yang ibunya rutin minum jus sayuran selama minggu-minggu awal pascapersalinan lebih menerima rasa wortel pada usia 8 bulan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore