Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 21.53 WIB

Orang Tua Ikut Emosi saat Anak Tantrum? Redakan dengan 5 Langkah Sederhana namun Efektif ini

Ilustrasi anak sedang mengalami tantrum (Dok. Krakenimages.com/Freepik)

JawaPos.com - Bukan hal yang aneh atau mengejutkan apabila seorang anak kecil tiba-tiba kehilangan kendali atas emosinya. Hal ini biasa kita dengar sebagai 'tantrum', yang merupakan emosi yang datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. 

Tantrum sendiri dapat berupa ledakan emosi seperti kemarahan yang besar, rasa frustasi mendalam, kesedihan tiba-tiba, atau perilaku yang kacau dan sulit dikendalikan. Situasi-situasi ini merupakan tanda bahwa anak Anda sedang mengalami momen di mana ia benar-benar kehilangan kendali atas perasaan dan tindakannya.

Dikutip dari laman raisingchildren.net.au, tantrum bagi anak-anak terjadi karena mereka masih berada pada tahap awal perkembangan sosial, emosional, dan bahasa. 

Pada tahap ini, mereka belum sepenuhnya mampu memahami atau mengungkapkan kebutuhan dan perasaan mereka dengan jelas. Misalnya, ketika mereka ingin melakukan sesuatu sendiri namun belum bisa menyampaikannya, hal itu bisa menimbulkan rasa frustrasi yang besar. 

Selain itu, anak-anak juga sedang dalam proses belajar bahwa apa yang mereka lakukan dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. 

Dalam situasi seperti ini, tantrum sering muncul sebagai cara alami bagi anak-anak untuk melampiaskan emosi, menyampaikan keinginan yang belum bisa diutarakan secara verbal, dan merespons lingkungan yang terasa membingungkan atau tidak sesuai harapan mereka.

Sebagai orang tua, tidak jarang kita merasa kewalahan menghadapi momen ketika anak mengalami tantrum. Untuk itu, berikut lima cara praktis yang dapat membantu Anda mengelola emosi diri saat menghadapi situasi sulit ini.

1. Sadari dan Akui Emosi 

Sebagai orang tua, menghadapi tantrum anak bisa memicu berbagai emosi di diri kita sendiri. Mulai dari  amarah yang intens, frustrasi, tidak sabar, bahkan merasa gagal. 

Alih-alih mengenali dan menyadari emosi itu sendiri, kebanyakkan dari kita diajarkan sejak kecil untuk memendam perasaan itu karena sebagai orang tua mau tidak mau harus menghadapi sifat anak yang bermacam macam. 

Padahal, kesadaran akan emosi (emotional awareness) itu sendiri adalah kunci utama dalam pengelolaan diri. 

Dikutip dari laman The Gottman Institute, dengan menyadari dan mengakui apa yang sedang kita rasakan, kita sebagai orang tua memberi kesempatan pada pikiran untuk memproses emosi tersebut secara sadar. 

Memproses emosi ini dapat menjadikan tingkah laku yang akan dilakukan menjadi lebih terkendali dan tidak melakukan reaksi otomatis yang bisa saja membahayakan anak kita sendiri.

2. Tarik Napas dan Tenangkan Diri

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore