
Ilustrasi anak broken home. (Freepik)
JawaPos.com – Apakah ada seseorang di sekitar anda yang selalu mencurigai bahwa pasangannya selingkuh, tetapi tidak ada bukti yang nyata dan hanya berdasarkan prasangka?
Bisa jadi hal ini bukan kesalahan pasangannya. Melainkan ia memiliki pengalaman pahit di masa kecilnya.
Dilansir dari hackspirit, selalu curiga pasangan selingkuh tanpa bukti bersumber dari pengalaman atau banyak hal kompleks yang terjadi di masa kecil.
Rasa tidak aman yang terjadi saat ini sangat mungkin berkaitan dengan kejadian-kejadian di masa lalu melebihi yang kita kira.
Mengupas satu per satu luka di masa lalu bukan berarti menyesali atau menyalahkan adanya kejadian tersebut, melainkan untuk lebih memahami keterkaitannya dengan masa kini.
Memahami dan menyadari apa yang terjadi dalam diri merupakan langkah pertama untuk sembuh secara batin, mental, atau pun fisik.
Berikut 8 pengalaman pahit di masa kecil yang mungkin dialami seseorang yang selalu curiga pasangan selingkuh tanpa adanya bukti.
Orang yang selalu curiga pasangannya selingkuh, biasanya hidup dan tumbuh dari rumah yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini sering kali bersumber dari kesulitan ekonomi yang mengakar, pertengkaran orang tua, dan pola asuh yang agresif.
Anak-anak yang hidup di lingkungan ini tanpa sadar memaksakan dirinya yang masih dini untuk memahami hal-hal kompleks dan belajar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.
Ini akan menjadi kecemasan jangka panjang. Kecemasan tersebut tidak akan hilang begitu saja seiring bertambahnya umur mereka.
Kemudian saat mereka memulai hubungan asmara, kerap kali kecemasan ini akan berubah menjadi kecurigaan dan rasa gelisah.
Trust issue atau masalah kepercayaan sering kali terjadi pada orang-orang yang seringkali dirusak kepercayaannya secara terus menerus.
Misalnya, orang tuanya berjanji akan mengajaknya jalan-jalan di hari minggu. Namun orang tuanya menginkari janjinya tersebut. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, akan menyebabkan seorang anak merasa kepercayaannya dikhianati.
Ini akan membentuk diri anak tersebut menjadi sulit untuk memercayai orang lain, bahkan hingga mereka ada di usia dewasa. Sehingga selalu curiga terhadap pasangannya.
Tidak jarang membangun tembok tinggi-tinggi terhadap orang lain untuk melindungi diri sendiri dari sakit yang lebih dalam.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
