Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 06.15 WIB

Orang yang Selalu Curiga Pasangannya Selingkuh Tanpa Bukti Biasanya Pernah Mengalami 8 Pengalaman Pahit Ini di Masa Kecil, menurut Psikologi

Ilustrasi anak broken home. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak broken home. (Freepik)

 JawaPos.com – Apakah ada seseorang di sekitar anda yang selalu mencurigai bahwa pasangannya selingkuh, tetapi tidak ada bukti yang nyata dan hanya berdasarkan prasangka?

Bisa jadi hal ini bukan kesalahan pasangannya. Melainkan ia memiliki pengalaman pahit di masa kecilnya.

Dilansir dari hackspiritselalu curiga pasangan selingkuh tanpa bukti bersumber dari pengalaman atau banyak hal kompleks yang terjadi di masa kecil.

Rasa tidak aman yang terjadi saat ini sangat mungkin berkaitan dengan kejadian-kejadian di masa lalu melebihi yang kita kira.

Mengupas satu per satu luka di masa lalu bukan berarti menyesali atau menyalahkan adanya kejadian tersebut, melainkan untuk lebih memahami keterkaitannya dengan masa kini.

Memahami dan menyadari apa yang terjadi dalam diri merupakan langkah pertama untuk sembuh secara batin, mental, atau pun fisik.

Berikut 8 pengalaman pahit di masa kecil yang mungkin dialami seseorang yang selalu curiga pasangan selingkuh tanpa adanya bukti.

  1. Lingkungan rumah yang tidak stabil

Orang yang selalu curiga pasangannya selingkuh, biasanya hidup dan tumbuh dari rumah yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini sering kali bersumber dari kesulitan ekonomi yang mengakar, pertengkaran orang tua, dan pola asuh yang agresif.

Anak-anak yang hidup di lingkungan ini tanpa sadar memaksakan dirinya yang masih dini untuk memahami hal-hal kompleks dan belajar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

Ini akan menjadi kecemasan jangka panjang. Kecemasan tersebut tidak akan hilang begitu saja seiring bertambahnya umur mereka.

Kemudian saat mereka memulai hubungan asmara, kerap kali kecemasan ini akan berubah menjadi kecurigaan dan rasa gelisah.

  1. Memiliki trust issue

Trust issue atau masalah kepercayaan sering kali terjadi pada orang-orang yang seringkali dirusak kepercayaannya secara terus menerus.

Misalnya, orang tuanya berjanji akan mengajaknya jalan-jalan di hari minggu. Namun orang tuanya menginkari janjinya tersebut. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, akan menyebabkan seorang anak merasa kepercayaannya dikhianati.

Ini akan membentuk diri anak tersebut menjadi sulit untuk memercayai orang lain, bahkan hingga mereka ada di usia dewasa. Sehingga selalu curiga terhadap pasangannya.

Tidak jarang membangun tembok tinggi-tinggi terhadap orang lain untuk melindungi diri sendiri dari sakit yang lebih dalam.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore