Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 17.58 WIB

Sebelum Usia 10 Tahun, Ajarkan 8 Keyakinan Ini agar Anak Tumbuh Jadi Pribadi Tangguh

Ilustrasi anak-anak yang sedang belajar atau bermain bersama (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi anak-anak yang sedang belajar atau bermain bersama (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Masa kanak-kanak, khususnya rentang usia sebelum mereka menginjak usia 10 tahun, merupakan periode krusial pembentukan pondasi keyakinan diri. Pandangan dasar yang ditanamkan selama tahun-tahun awal ini memiliki kekuatan besar untuk membentuk cara anak melihat dunia dan posisi diri mereka di dalamnya sepanjang hidup.

Oleh karena itu, membekali anak dengan serangkaian keyakinan positif sejak dini menjadi sangat penting agar mereka dapat tumbuh menjadi individu tangguh di masa depan.

Melansir dari Geediting.com, Rabu (23/4), ada delapan keyakinan inti yang sangat ampuh yang sebaiknya sudah diperkenalkan dan dipelajari anak sebelum mencapai usia 10 tahun. Keyakinan-keyakinan ini bisa menjadi bekal mental vital untuk membantu mereka berkembang pesat nanti.

1. Perasanku Valid

Penting sekali mengajarkan anak-anak bahwa setiap emosi yang mereka alami, baik senang maupun sulit, adalah sesuatu yang sepenuhnya normal dan sah dirasakan. Memvalidasi emosi mereka membantu anak mengembangkan pemahaman penting bahwa tidak ada yang keliru dengan merasakan marah, sedih, atau kecewa dalam situasi tertentu.

2. Tidak Apa Membuat Kesalahan; Aku Bisa Belajar Darinya

Anak perlu menumbuhkan keyakinan kuat bahwa membuat kekeliruan bukanlah tanda kegagalan total, melainkan justru kesempatan emas untuk belajar hal baru dan menjadi lebih baik lagi. Keyakinan ini perlahan membebaskan mereka dari rasa takut yang berlebihan untuk mencoba sesuatu yang baru hanya karena khawatir akan melakukan kesalahan tak terduga.

3. Usahaku Lebih Penting daripada Bakat Alami

Menekankan kepada anak bahwa nilai dari kerja keras, ketekunan, dan latihan terus-menerus jauh melampaui sekadar mengandalkan bakat yang sudah dimiliki sejak lahir itu krusial. Anak jadi termotivasi untuk mengerahkan upaya terbaik mereka dan tidak mudah merasa putus asa ketika dihadapkan pada proses belajar yang menantang atau terasa sulit pada awalnya.

4. Kebaikan Adalah Kekuatan

Meyakini sepenuhnya bahwa bersikap baik, penuh perhatian, dan berempati kepada orang lain serta diri sendiri adalah bentuk kekuatan positif yang besar dalam menjalani hidup. Anak perlahan belajar nilai penting dari kebaikan dan mulai memahami dampak positif yang bisa mereka ciptakan melalui tindakan baik terhadap lingkungan sosial sekitarnya.

5. Meminta Bantuan Adalah Tanda Kekuatan, Bukan Kelemahan

Anak harus memahami dan meyakini bahwa mencari atau meminta uluran tangan saat mereka membutuhkan bukanlah hal yang memalukan atau menunjukkan indikasi ketidakmampuan personal mereka. Keyakinan mendalam ini mendorong mereka untuk memiliki keberanian mencari dukungan yang tepat dari orang terpercaya ketika sedang menghadapi masalah yang terasa terlalu berat diatasi sendirian.

6. Tantangan Membantuku Tumbuh Lebih Kuat

Membentuk pola pikir pada anak untuk melihat setiap rintangan, kesulitan, atau hambatan sebagai peluang berharga demi menjadi pribadi yang lebih tangguh di masa depan adalah investasi mental. Anak secara bertahap menjadi tidak merasa gentar berlebihan saat dihadapkan pada tantangan baru karena mereka yakin bisa belajar banyak dan tumbuh kuat dari pengalaman tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore