
seseorang yang lebih percaya diri seiring bertambahnya usia. (Magnific/terra.incognita)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang berharap menjadi versi diri yang lebih bijaksana, tenang, dan percaya diri. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru merasa semakin ragu, cemas, atau bahkan kehilangan arah. Salah satu penyebab utamanya bukanlah usia itu sendiri, melainkan keyakinan-keyakinan lama yang terus dibawa tanpa disadari.
Dalam psikologi, keyakinan yang membatasi (limiting beliefs) adalah pola pikir negatif yang tertanam sejak lama dan memengaruhi cara kita melihat diri sendiri serta dunia. Jika tidak disadari dan diubah, keyakinan ini bisa menjadi penghalang terbesar untuk berkembang—terutama dalam membangun rasa percaya diri.
Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin menjadi lebih percaya diri seiring waktu, inilah 7 keyakinan yang sebaiknya Anda tinggalkan mulai sekarang.
1. “Saya Sudah Terlambat untuk Berubah”
Banyak orang berpikir bahwa usia menentukan kemampuan untuk berubah. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa otak manusia memiliki neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi sepanjang hidup.
Percaya bahwa Anda “terlambat” hanya akan membuat Anda berhenti mencoba. Kenyataannya, perubahan bisa dimulai kapan saja—selama Anda bersedia mengambil langkah pertama.
Ganti dengan:
“Saya bisa mulai dari sekarang, sekecil apa pun langkahnya.”
2. “Saya Harus Sempurna agar Dihargai”
Perfeksionisme sering disalahartikan sebagai standar tinggi, padahal sering kali ini adalah bentuk ketakutan akan penolakan. Orang yang percaya harus sempurna cenderung mudah merasa tidak cukup baik.
Psikologi menyebut bahwa mengejar kesempurnaan justru dapat merusak rasa percaya diri karena standar yang dibuat tidak realistis.
Ganti dengan:
“Saya cukup berharga meskipun tidak sempurna.”
3. “Apa Kata Orang Itu Segalanya”
Ketergantungan pada penilaian orang lain adalah salah satu penghambat terbesar kepercayaan diri. Semakin Anda mendasarkan nilai diri pada opini orang lain, semakin mudah Anda goyah.
Menurut psikologi sosial, kepercayaan diri yang sehat berasal dari validasi internal, bukan eksternal.
Ganti dengan:
“Pendapat orang lain bukan penentu nilai saya.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022