
Ilustrasi anak. (Freepik)
JawaPos.com - Menjadi orang tua bisa diibaratkan seperti seni, penuh warna, bentuk, dan nuansa. Dan seperti halnya dalam seni, tidak jarang kita melakukan kesalahan.
Salah satu kesalahan orang tua yang tampaknya sepele tapi berdampak besar adalah mengucapkan kata-kata yang terlihat biasa saja, namun ternyata bisa mengikis rasa percaya diri anak, bahkan meninggalkan bekas luka emosional seumur hidup.
Dilansir dari laman Parent From Heart pada Jumat (11/04), berikut adalah 7 kalimat yang dapat merusak mental anak seumur hidup
1. "Kamu tuh persis seperti…"
Membandingkan anak dengan orang lain, baik itu saudara kandung, sepupu, atau teman, sering kali terlihat tidak berbahaya. Tapi kenyataannya, ini bisa menjadi penghancur rasa percaya diri.
Ucapan seperti "Kenapa kamu nggak bisa kayak kakakmu?" atau
"Sepupumu jago matematika, kenapa kamu enggak?" seolah memberi pesan bahwa si anak kurang atau tidak cukup baik dibanding orang lain. Hal ini bisa memicu rasa rendah diri dan perasaan tidak berharga.
Alih-alih membandingkan, orang tua sebaiknya menghargai keunikan anak masing-masing. Hargai kemajuan pribadi mereka, bukan membandingkan dengan standar orang lain.
2. "Jangan terlalu sensitif, deh"
Kalimat ini sering keluar saat anak terlihat emosional atas hal-hal yang kita anggap sepele. Misalnya, ketika anak menangis karena mainannya rusak sedikit. Tapi jika kita mengatakan, "Jangan lebay, cuma rusak sedikit ini", sebenarnya kita sedang menolak perasaan anak.
Menolak emosi anak sama saja mengajarkan mereka bahwa perasaannya tidak penting. Padahal, kepekaan bukan kelemahan. Justru itu adalah kekuatan yang bisa menumbuhkan empati dan kepedulian. Sebaliknya, kita perlu mengajarkan anak cara mengelola emosi, bukan memendamnya.
3. "Kenapa sih kamu nggak pernah bisa benar?"
Kalimat ini sering muncul di saat frustasi, tapi bisa sangat menyakitkan. Meskipun diucapkan spontan, pesan yang diterima anak adalah bahwa dirinya tidak pernah cukup baik. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat anak merasa dirinya gagal dan tidak berharga.
Lebih baik kita fokus pada usaha dan ketekunan anak. Apresiasi proses mereka, bukan hanya hasilnya.
4. "Mama/Papa nggak punya waktu buat ini"
Keseharian orang tua memang sibuk. Tapi kalimat seperti ini bisa membuat anak merasa diabaikan dan tidak penting. Anak bisa merasa bahwa dirinya adalah beban, bukan prioritas.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
