Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 15.25 WIB

Idul Fitri Berlalu, Kini Orang Tua Dituntut Bijak Kelola Uang THR Lebaran Anak

Ilustrasi penukaran uang baru saat momen Lebaran. (Pixabay)

Libatkan Anak dalam Pengelolaan, Belajar Menabung hingga Investasi

Momen Lebaran identik dengan tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun sering mendapat "amplop" dari kerabat, orang tua, maupun tetangga. Namun, tak sedikit yang langsung menghabiskannya untuk jajan atau membeli mainan. Bagaimana mengelola THR anak yang bijak? 

Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima anak semestinya bisa menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk mengenalkan konsep literasi keuangan. Anak yang terbiasa mengelola uang sejak dini akan tumbuh lebih bertanggung jawab secara finansial saat dewasa.  

"THR anak adalah hak anak. Namun, tanpa arahan, anak bisa tergoda membelanjakan seluruh THR untuk hal-hal konsumtif. Di sini peran ortu untuk mengarahkan penggunaannya agar lebih seimbang antara kebutuhan, keinginan, dan masa depan," ujar Perencana Keuangan Rista Zwestika CFP WMI.  

Tentu, cara pengelolaannya harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak dalam memahami nilai uang. Untuk anak usia dini seperti TK hingga SD awal, sebaiknya THR tetap dipegang orang tua. Sebab, anak belum bisa mengelola uang sendiri sehingga rawan hilang atau dihabiskan.  

"Namun, tetap libatkan anak saat mengecek tabungan dan beri sebagian kecil uang secara fisik agar mereka tetap merasa 'memiliki'," imbuhnya.  

Anak usia SD akhir hingga SMP sudah bisa mulai belajar membagi penggunaan uang dengan sistem sederhana. Rista menyarankan skema 50-30-20. "Yakni, 50 persen untuk tabungan atau investasi, 30 persen untuk keperluan pribadi seperti beli mainan atau jajan, dan 20 persen untuk berbagi atau sedekah," jelasnya. 

Dengan sistem ini, anak bisa diajak berdiskusi soal prioritas dan dampak dari setiap pilihan keuangannya. "Kamu boleh menikmati, tapi jangan dihabiskan semua ya. Pilih yang benar-benar kamu suka," ujar Rista mencontohkan kalimat yang bisa digunakan orang tua.  

Bagi anak remaja atau SMA ke atas, THR sudah bisa dikelola secara mandiri dengan pendampingan dan evaluasi. Menurut Rista, ini menjadi latihan penting dalam menyusun anggaran sederhana dan membuat keputusan keuangan sendiri. 

"Orang tua tetap memantau, tapi beri kepercayaan penuh supaya anak terlatih jadi bijak dan cerdas secara finansial," tegasnya.  

Tak hanya ditabung, ada beberapa alternatif pengelolaan uang THR yang lebih edukatif dan tetap aman. Di antaranya membuka tabungan anak di bank, membeli logam mulia, hingga deposito untuk yang nominal THR-nya besar. Semua pilihan itu bisa jadi sarana pembelajaran berharga selama anak tetap didampingi dan diajak berdiskusi.  

"Logam mulia cocok untuk anak yang sedang belajar soal nilai tukar dan investasi jangka panjang," kata perempuan yang kerap memberikan edukasi seputar perencanaan keuangan di Instagram @zwestikarista itu.  

Yang tak kalah penting, orang tua harus menjaga kepercayaan anak. Jangan sampai THR anak digunakan untuk keperluan pribadi orang tua tanpa sepengetahuan anak. Apalagi mengambil alih tanpa penjelasan.  

"Kecuali dengan izin anak (jika sudah besar), untuk keperluan mendesak, dan tetap dikembalikan atau dicatat sebagai 'utang ke anak'," sambung Rista.  

Idealnya ortu tidak menggunakan THR anak untuk hal lain. Kecuali, untuk investasi yang jelas atas nama anak, kebutuhan yang mendesak seperti biaya sekolah dan pengobatan, dan dengan kesepakatan atau transparansi.  

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore