Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 00.17 WIB

Bagaimana Minimnya Peran Ayah Berdampak pada Pandangan Anak Laki-laki tentang Komitmen dalam Hubungan

Ilustrasi ayah dan anak laki-laki. (Freepik) - Image

Ilustrasi ayah dan anak laki-laki. (Freepik)

JawaPos.com – Keberadaan ayah dalam kehidupan anak laki-laki berperan penting dalam membentuk pemahaman tentang tanggung jawab dan hubungan interpersonal. Minimnya keterlibatan ayah dapat memengaruhi cara anak laki-laki memandang komitmen dalam suatu hubungan, termasuk dalam membangun kepercayaan dan stabilitas emosional.

Komitmen dalam hubungan merujuk pada kesediaan seseorang untuk mempertahankan dan menjalani hubungan jangka panjang dengan penuh tanggung jawab serta kesetiaan. Hal ini melibatkan aspek emosional, psikologis, dan tindakan yang mencerminkan dedikasi terhadap pasangan atau keluarga.

Pemahaman tentang dampak minimnya peran ayah terhadap pandangan anak laki-laki mengenai komitmen dapat membantu dalam membangun pola asuh yang lebih baik. Hal ini juga memungkinkan upaya pencegahan terhadap pola relasi yang kurang sehat di masa depan.

Berikut tentang bagaimana minimnya peran ayah berdampak pada pandangan anak laki-laki tentang komitmen dalam hubungan dilansir dari laman Psypost oleh JawaPos.com, Minggu (16/3):

1. Pengaruh Kehangatan Ayah

Interaksi yang penuh kasih membangun kepercayaan diri anak. Saat mendapatkan perhatian dan dukungan emosional, anak laki-laki lebih cenderung menghargai hubungan.

Jika kehangatan ayah kurang, anak dapat merasa diabaikan dan mengembangkan ketidakpastian dalam berkomitmen. Hubungan yang sehat antara ayah dan anak menciptakan pola pikir bahwa kehadiran emosional penting dalam hubungan.

Anak laki-laki yang mengalami kurangnya perhatian ayah seringkali kurang percaya diri dalam membangun ikatan romantis. Kehangatan ayah menjadi pondasi penting dalam memahami makna komitmen dan keterikatan emosional.

2. Keterlibatan Ayah dan Pola Hubungan

Keaktifan ayah membentuk persepsi anak. Anak laki-laki yang mengalami keterlibatan positif dari ayah cenderung memiliki hubungan yang stabil dan sehat di masa dewasa.

Kehadiran ayah yang aktif dalam aktivitas sehari-hari membantu anak memahami bagaimana membangun dan mempertahankan hubungan. Sebaliknya, kurangnya keterlibatan dapat membuat anak meremehkan pentingnya koneksi emosional dengan pasangan.

Ketika ayah jarang terlibat, anak laki-laki mungkin menganggap komitmen sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting. Hubungan emosional yang erat dengan ayah mengajarkan nilai kesetiaan dan perhatian dalam relasi romantis.

3. Perbandingan dengan Kehadiran Ibu

Ayah berperan berbeda dari ibu. Kehangatan ibu membantu anak laki-laki memahami pentingnya empati dan perhatian dalam hubungan sosial.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore