Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 03.23 WIB

7 Kesalahan Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Menjauh, Nomor 3 Paling Sering Terjadi dalam Keluarga

Ilustrasi hubungan orang tua dan anak (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua pasti mencintai anak-anaknya, bahkan ketika mereka sudah dewasa. Namun, cara menunjukkan kasih sayang harus berubah seiring bertambahnya usia anak. Sayangnya, kebiasaan tertentu justru bisa membuat hubungan dengan anak dewasa menjadi renggang tanpa disadari. Jika ingin tetap dekat dengan mereka, penting untuk memahami perilaku mana yang harus ditinggalkan agar hubungan tetap harmonis.

Dilansir dari laman Geediting, Minggu (09/03), berikut adalah tujuh kebiasaan orang tua yang bisa membuat anak dewasa merasa tidak nyaman dan berpotensi menjauh.

1. Memberikan Nasihat Tanpa Diminta

Sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Namun, memberikan nasihat terus-menerus tanpa diminta bisa terasa seperti kritik daripada dukungan. Anak yang sudah dewasa ingin merasa dipercaya bahwa mereka mampu mengelola hidupnya sendiri. Daripada langsung memberi solusi, cobalah untuk mendengarkan lebih dulu. Jika mereka meminta pendapat, berikan dengan cara yang suportif tanpa menggurui.

2. Memaksakan Tradisi Keluarga

Beberapa orang tua menganggap bahwa tradisi keluarga harus tetap dijalankan seperti dulu, misalnya berkumpul di rumah orang tua saat hari besar atau harus menghubungi mereka pada waktu tertentu. Padahal, anak yang sudah berkeluarga sendiri juga ingin membangun kebiasaan baru bersama pasangannya. Jika terlalu memaksakan aturan lama, mereka bisa merasa terkekang dan justru menghindar.

3. Sering Mengkritik Pilihan Hidup Anak

Banyak orang tua tanpa sadar sering mengomentari karier, pasangan, atau cara anak membesarkan cucu. Meski niatnya baik, kritik yang berulang justru bisa membuat mereka menjauh. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi negatif lebih berdampak dibandingkan interaksi positif, sehingga satu komentar buruk bisa lebih diingat daripada pujian. Sebaiknya, fokuslah pada dukungan daripada kritik.

4. Membuat Anak Merasa Bersalah

Ucapan seperti "Kamu sudah jarang pulang, apakah kamu tidak peduli lagi?" bisa membuat anak merasa bersalah. Namun, perasaan bersalah bukanlah cara yang baik untuk mempertahankan hubungan. Sebaliknya, cobalah mengundang mereka dengan hangat, misalnya dengan mengatakan, "Aku selalu senang ngobrol denganmu. Kapan kita bisa bertemu?" Hal ini akan membuat mereka merasa lebih nyaman untuk tetap berhubungan.

5. Membandingkan dengan Orang Lain

Sering membandingkan anak dengan teman, saudara, atau orang lain hanya akan membuat mereka merasa kurang dihargai. Misalnya, komentar seperti "Lihat tuh sepupumu, sudah punya rumah sendiri, kapan kamu menyusul?" bisa menimbulkan tekanan dan perasaan tidak cukup baik. Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, dan sebagai orang tua, lebih baik menghargai pencapaian mereka tanpa membandingkan.

6. Meremehkan Perasaan Anak

Ketika anak dewasa curhat, ada orang tua yang langsung merespons dengan "Ah, itu kan masalah kecil". Padahal, bagi mereka, itu bisa menjadi hal besar. Jika perasaan mereka sering diabaikan, mereka mungkin enggan untuk berbagi lagi. Sebaliknya, cobalah memahami dan mengakui perasaan mereka dengan kalimat seperti "Aku mengerti ini pasti sulit untukmu". Dengan begitu, mereka akan merasa lebih dihargai dan didukung.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore