
Ilustrasi. (freepik)
JawaPos.com- Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa orang dewasa tampak lebih tangguh dalam menghadapi tantangan hidup dibandingkan yang lain? Mereka seolah memiliki kekuatan batin untuk bangkit setelah mengalami kegagalan, kehilangan, atau bahkan tragedi besar.
Kenyataannya, ketahanan emosional bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dikembangkan sejak kecil. Psikolog Harvard dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa kecil memainkan peran penting dalam membentuk ketangguhan emosional seseorang.
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Sabtu, 8 Maret 2025, berikut adalah tujuh pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang-orang yang tumbuh menjadi individu kuat secara emosional.
1. Mendapatkan Validasi Emosional yang Konsisten
Anak-anak yang tumbuh dengan perasaan didengar dan dihargai memiliki landasan emosional yang lebih stabil. Validasi emosional dari orang tua atau pengasuh membantu mereka memahami bahwa perasaan mereka penting dan layak untuk diungkapkan.
Menurut laporan American Psychological Association (APA) tahun 2020, validasi emosional mengajarkan anak-anak untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat, yang dapat mengurangi kecemasan dan rasa malu di kemudian hari. Tindakan sesederhana mendengarkan dengan empati tanpa langsung menghakimi dapat memberikan dampak besar dalam membentuk ketahanan emosional mereka.
Orang dewasa yang terbiasa divalidasi sejak kecil cenderung lebih mampu mengelola emosi, menghadapi stres, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio, Sabtu 8 Maret 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
2. Kesempatan untuk Memecahkan Masalah Sendiri
Anak-anak yang terlalu banyak diatur cenderung kesulitan menghadapi tantangan saat dewasa. Sebaliknya, mereka yang dibiarkan menghadapi masalah kecil secara mandiri belajar keterampilan pemecahan masalah yang kuat.
Sebagai contoh, seorang anak yang dibiarkan mencari cara memperbaiki mainannya yang rusak atau menyelesaikan konflik dengan teman sebaya akan tumbuh dengan rasa percaya diri bahwa mereka mampu menghadapi kesulitan.
Sebuah studi dalam Annual Review of Psychology menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa memecahkan masalah sendiri memiliki tingkat kepercayaan diri dan ketahanan mental yang lebih tinggi. Mereka tidak mudah menyerah dan lebih cenderung mencari solusi ketika menghadapi tantangan dalam hidup.
3. Terpapar pada Batasan yang Sehat
Batasan yang jelas dan konsisten membantu anak-anak memahami tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan mereka. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh aturan tetapi tetap fleksibel cenderung mengembangkan kontrol diri yang baik dan rasa tanggung jawab yang kuat.
Batasan tidak hanya mencakup disiplin, tetapi juga rutinitas dan ekspektasi yang jelas. Misalnya, anak-anak yang terbiasa mengikuti jadwal tidur, aturan penggunaan gadget, dan tanggung jawab rumah tangga akan lebih siap menghadapi kehidupan dewasa yang penuh dengan tuntutan dan batasan sosial.
Menurut psikolog Harvard, anak-anak yang memahami batasan sejak kecil lebih mampu menghargai batasan diri dan orang lain. Mereka tumbuh menjadi individu yang tahu kapan harus berkata "tidak" dan bagaimana mengelola hubungan dengan lebih sehat.
Baca Juga: 7 Hal yang Tidak Pernah Diungkapkan Orang Berkelas tentang Dirinya di Depan Publik Menurut Psikologi
4. Dorongan untuk Mengungkapkan Pendapat
Anak-anak yang diberikan ruang untuk berbicara dan menyuarakan pendapat mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi orang dewasa yang percaya diri. Mereka tahu bahwa suara mereka penting dan mereka memiliki hak untuk didengar.
Penelitian dari Universitas Dayton menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan penguatan positif dalam mengungkapkan pendapat mereka cenderung memiliki harga diri lebih tinggi saat remaja. Ini berkontribusi pada ketahanan emosional mereka di masa dewasa.
Ketika anak-anak merasa nyaman berbicara dan mengajukan pertanyaan, mereka belajar bagaimana menyusun argumen, memahami sudut pandang orang lain, dan menavigasi konflik dengan lebih efektif. Ini adalah keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan profesional maupun personal.
5. Terpapar Kegagalan Tanpa Rasa Malu
Kegagalan adalah bagian dari kehidupan, dan cara seorang anak diajarkan untuk menghadapi kegagalan sangat memengaruhi ketahanan emosionalnya. Anak-anak yang dipermalukan atau dihukum keras karena kesalahan mereka sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang takut mencoba hal baru.
Sebaliknya, ketika kegagalan dilihat sebagai kesempatan belajar, anak-anak akan mengembangkan pola pikir berkembang (growth mindset). Mereka akan lebih cenderung mencoba lagi setelah gagal, mencari cara untuk meningkatkan diri, dan tidak mudah putus asa.
Orang dewasa yang kuat secara emosional sering mengatakan bahwa mereka belajar lebih banyak dari kegagalan mereka daripada dari keberhasilan mereka. Ini karena mereka terbiasa menghadapi kemunduran sebagai peluang untuk berkembang.
6. Merasa Dibutuhkan dan Berkontribusi
Anak-anak yang diberikan tanggung jawab sesuai usia mereka, seperti membantu pekerjaan rumah tangga atau merawat hewan peliharaan, mengembangkan rasa memiliki dan tujuan.
Data dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa mengerjakan tugas yang bermakna memiliki keterampilan pengaturan diri yang lebih baik saat dewasa. Mereka belajar bahwa kontribusi mereka penting dan memiliki dampak, yang meningkatkan kepercayaan diri dan rasa keberhargaan diri mereka.
Sebagai contoh, seorang anak yang diberi tanggung jawab untuk membantu adik mereka mengerjakan tugas sekolah akan merasa bahwa kehadiran mereka berarti. Hal ini menumbuhkan sikap peduli dan ketahanan dalam menghadapi tantangan sosial.
7. Izin untuk Menunjukkan Kerentanan
Banyak budaya mengajarkan anak-anak untuk "menjadi kuat" dengan menekan emosi mereka. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang diajarkan untuk mengenali dan mengekspresikan emosi mereka justru lebih tangguh dalam jangka panjang.
Ketika seorang anak menangis karena kecewa dan didukung oleh orang tua mereka, mereka belajar bahwa emosi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau disembunyikan. Mereka memahami bahwa menunjukkan perasaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia.
Menurut pakar motivasi Mel Robbins, mengakui perasaan adalah langkah pertama dalam membangun ketahanan. Orang dewasa yang terbiasa dengan konsep ini lebih mampu menghadapi stres, berkomunikasi dengan lebih baik, dan membangun hubungan yang lebih sehat.
Tidak semua orang memiliki pengalaman masa kecil yang ideal, tetapi kabar baiknya adalah ketahanan emosional dapat dikembangkan kapan saja dalam hidup. Terapi, refleksi diri, komunitas yang suportif, dan praktik yang konsisten dapat membantu mengisi bagian-bagian yang mungkin terlewat dalam masa kecil.
Jika Anda ingin membangun ketahanan emosional, mulailah dengan menerapkan beberapa prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa ketangguhan bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau kecewa, tetapi tentang bagaimana kita bangkit kembali setelah menghadapinya.
Benih ketahanan ditanam sejak kecil, tetapi tidak ada kata terlambat untuk mulai menyiraminya dan membiarkannya tumbuh menjadi fondasi yang kokoh untuk kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
