
Potret orang tua dan anak.(Unsplash.com/HoiAnPhotographer)
JawaPos.com - Rasa optimis dalam setiap jiwa manusia akan mampu membawa mereka dalam sebuah keberhasilan dari aspek mana pun.
Mengutip dari laman Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara pada Senin (03/02) optimis merupakan sikap yang memiliki keyakinan atas segala sesuatu dari sudut pandang baik dan menyenangkan, sikap ini selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal.
Tentunya sikap tersebut tidak serta merta muncul saat kita dewasa, melainkan perlu ditanamkan sejak dini, di sinilah orang tua berperan dalam menumbuhkan rasa optimis pada anak.
Dilansir dari laman Your Tango pada Senin (03/03) orang tua yang menumbuhkan rasa optimis pada anak, biasanya mengajarkan 6 hal ini :
1. ‘Jangan mencoba untuk bahagia'
"Untuk benar-benar bahagia, Anda harus berhenti berusaha," kata Segerstrom. Bahkan memantau diri sendiri dengan mengukur kebahagiaan, maka akan melelahkan.
Kebiasaan itu akan meledakkan bahkan masalah kecil, maka yang perlu dilakukan adalah dengan menciptakan kebahagiaan itu sendiri melalui hal-hal kecil.
2. ‘Bayangkan bahwa dunia akan berakhir'
Kebiasaan lain yang meredupkan pandanganmu adalah proses yang disebut bencana, menulis ulang secara mental terhadap kejadian suram.
Skenario terburuk mungkin tidak masuk akal, tetapi memainkannya berulang-ulang membuatnya tampak tidak hanya logis tetapi juga tak terelakkan, dan itu menyedot kegembiraan dari hidup.
Maka dari itu jangan mencoba untuk mendramatisir suatu keadaan, yang paling penting adalah menerima keadaan tersebut dan sikapi dengan lapang dada.
3. ‘Ambil pujian ketika hal-hal baik terjadi'
Para peneliti telah belajar bahwa optimisme dan pesimisme keduanya bermuara pada sedikit lebih dari gaya "penjelasan", yakni cara seseorang yang berbeda dalam menafsirkan pasang surut kehidupan.
Psikolog Universitas Pennsylvania Martin E. P. Seligman, PhD, penulis Learned Optimism dan pelopor psikologi positif, adalah orang pertama yang menemukan bahwa gaya penjelasan seseorang cukup stabil dan sering menjelaskan mengapa pesimis gagal ketika optimis berhasil.
Berkat kekuatan pujian mereka, para optimis memiliki waktu yang lebih mudah bahkan ketika ada yang salah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
