
7 Perilaku Orang Tua yang Mendidik Anak Nakal dan Pemberontak, Menurut Psikologi (freepik)
JawaPos.com - Membesarkan anak bukanlah pekerjaan mudah. Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh bahagia, penuh rasa hormat, dan bertanggung jawab, namun terkadang, perilaku tertentu dapat memberikan efek sebaliknya tanpa kita sadari.
Psikologi menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan mengasuh anak sebenarnya dapat menyebabkan ketidakpatuhan dan pemberontakan pada anak.
Perilaku ini mungkin berasal dari niat baik, tetapi seiring waktu, hal itu dapat mendorong anak-anak untuk menentang otoritas, melanggar aturan, dan menantang batasan dengan cara yang tidak sehat.
Kabar baiknya? Setelah Anda mengenali pola-pola ini, Anda dapat mulai membuat perubahan.
Dilansir dari geediting.com, Senin (3/3)- berikut adalah tujuh perilaku pengasuhan umum yang dapat menyebabkan anak menjadi tidak patuh dan memberontak, berdasarkan psikologi.
1. Terlalu mengontrol
Setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya, namun terkadang, terlalu banyak kontrol dapat menjadi bumerang.
Ketika anak-anak merasa tidak mempunyai suara dalam kehidupan mereka sendiri, mereka mungkin mulai memberontak hanya untuk mendapatkan kembali rasa kemandirian.
Hal ini terutama berlaku ketika orang tua mengatur segalanya secara mendetail,.mulai dari apa yang dikenakan anak mereka hingga dengan siapa mereka dapat berteman dan bagaimana mereka menghabiskan waktu luang mereka.
Jika orangtua terlalu mengontrol, mereka tidak memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan keterampilan tersebut sendiri.
Sebaliknya, anak mungkin melawan dengan melanggar peraturan, berbohong, atau bertindak sesuatu hanya untuk merasakan adanya kendali atas kehidupan mereka sendiri.
2. Tidak mendengarkan perasaan mereka
Anak-anak yang merasa tidak didengarkan sering kali bertindak karena frustrasi, entah itu berarti membantah, melanggar aturan, atau menutup diri sepenuhnya.
Terkadang, hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai orang tua adalah sekadar mendengarkan. Tidak semua perasaan perlu diperbaiki, terkadang, perasaan itu hanya perlu diakui.
3. Terlalu keras dalam memberikan disiplin
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
