Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Februari 2025 | 02.55 WIB

Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Efek Buruk Suka Berteriak Pada Anak! Orang Tua Wajib Tahu

Ilustrasi seorang anak laki-laki. (Freepik).  - Image

Ilustrasi seorang anak laki-laki. (Freepik). 

JawaPos.com – Membesarkan anak memang tidak mudah. Ada kalanya perilaku anak membuat orang tua jengkel, sehingga sering kali mereka kehilangan kendali untuk mengontrol emosinya.

Banyak orang tua yang memarahi anak mereka dengan cara berteriak dan membentak. Umumnya, cara ini dilakukan untuk mendisiplinkan anak mereka.

Meski demikian, perilaku seperti ini tidak baik jika terus diterapkan kepada anak. Terdapat beberapa efek negatif dalam perkembangan anak, mulai dari pola pikir hingga kondisi emosionalnya dalam jangka panjang.

Seperti dirangkum dari The Sense Hub, berikut ini sejumlah dampak buruk yang bisa terjadi bila orang tua terus membentak atau berteriak kepada anak.

1. Anak menjadi takut dengan orang tua

Berteriak mungkin membuat anak mendengar, tetapi jika terlalu sering dilakukan, ini justru akan membuat anak menjadi takut, bukan karena mereka mengerti atau menghormati orang tuanya.

Membentak anak ketika mereka melakukan kesalahan hanya akan membuat anak merasa terancam. Ini tidak benar-benar mengajarkan mereka alasan mengapa mereka harus berperilaku baik. Alih-alih belajar disiplin, anak hanya belajar untuk menghindari amarah orang tuanya.

2. Anak akan berpikir bahwa berteriak bisa menyelesaikan masalah

Anak-anak tidak hanya mendengarkan atau melihat, mereka akan mempraktikkan bagaimana orang tuanya berperilaku.

Jika mereka terus mendengar atau melihat bahwa teriakan digunakan sebagai cara untuk mengekspresikan kekesalan, anak mulai percaya bahwa mereka harus bertindak seperti itu untuk menyelesaikan masalah.

3. Anak menjadi mudah cemas

Salah satu dampak buruk berteriak kepada anak dapat membuat mereka mudah cemas atau gelisah. Mereka takut membuat orang tuanya marah, sehingga ini bisa menyebabkan gangguan kecemasan.

Anak yang terus-terusan dibentak oleh orang tuanya akan selalu mencoba menghindari masalah dan merespons sesuatu dengan sangat hati-hati.

Di lain sisi, ada juga anak yang mengisolasi dirinya sendiri dan menutup diri sepenuhnya. Alih-alih merasa aman di rumah, mereka akan selalu merasa tegang dan waspada karena takut dibentak oleh orang tua mereka.

4. Hubungan antara orang tua dan anak bisa melemah

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore