
Anak yang tangguh tidak selalu bebas masalah, tapi tahu bagaimana menghadapinya./Pexels.com
JawaPos.com – Anak yang mudah menyerah bukanlah anak yang lemah, tapi bisa jadi mereka belum dibekali keterampilan emosional dan psikologis yang cukup untuk menghadapi tekanan.
Psikolog anak sepakat bahwa resiliensi atau daya tahan mental adalah keterampilan hidup yang harus dibentuk sejak dini.
Kebiasaan ini membentuk cara berpikir anak dalam menghadapi masalah dan menumbuhkan keyakinan bahwa mereka bisa bangkit dari kegagalan.
Orang tua yang sukses membesarkan anak-anak yang tangguh memiliki 11 kebiasaan utama, berikut yang dilansir dari laman YourTango pada Rabu, 30 Juli 2025;
Baca Juga: 7 Pola Asuh Positif yang Bikin Anak Lebih Percaya Diri dan Mandiri, Tips Parenting Sukses
Alih-alih selalu turun tangan saat anak kesulitan, orang tua bijak tahu kapan harus mundur, biarkan anak mencoba, gagal, lalu bangkit kembali.
Kegagalan yang terkendali adalah ladang pembelajaran terbaik untuk membentuk otak yang tangguh. Ketika anak gagal dalam ujian atau kalah lomba, bantu mereka merefleksi, bukan menyalahkan.
Rutinitas harian seperti bangun pagi, makan bersama, waktu tidur, atau jam belajar memberi rasa aman.
Anak-anak yang memiliki struktur akan lebih mudah mengatur diri, fokus, dan merasa terkendali, semua ini penting untuk ketahanan mental.
Saat anak marah atau kecewa, jangan buru-buru memberi solusi, Dengarkan dan katakan, anak yang merasa didengarkan akan lebih percaya diri dalam mengelola emosinya sendiri.
Anak belajar dari apa yang mereka lihat, bila orang tua merespons stres dengan tenang dan positif, anak akan meniru pola itu.
Misalnya, saat pekerjaan menumpuk, tunjukkan bahwa kita bisa menarik napas, merencanakan ulang, dan tetap tenang.
Menghargai proses membentuk mentalitas growth mindset, anak seperti ini akan melihat tantangan sebagai peluang belajar, bukan ancaman. Katakan, hebat ya kamu sudah berusaha keras, bukan hanya, bagus kamu dapat nilai 100.
