
Ilustrasi strategi efektif dalam membangun hubungan dengan orang tua/freepik.com
JawaPos.com – Di tengah derasnya arus digital, mengasuh anak bukan lagi sekadar soal kasih sayang dan disiplin.
Era teknologi telah mengubah cara anak belajar, berinteraksi, bahkan membentuk identitas diri mereka dari perangkat digital.
Oleh sebab itu, muncul kebutuhan akan pendidikan digital (digital parenting), yaitu strategi baru yang tidak cuma melarang, tapi mengarahkan anak dalam memanfaatkan teknologi secara sehat dan produktif.
Metode ini tidak hanya membatasi durasi layer akan tetapi juga membentuk literasi digital, empati, serta kemampuan refleksi emosional.
Dibutuhkan keseimbangan antara dunia maya dan nyata, antara keamanan dan kemandirian, antara kontrol dan dialog terbuka.
Dikutip dari Childandfamilydevelopment.com dan Childrenandscreens.org, pentingnya tiga pilar utama, yaitu batasan screen time, pendidikan literasi digital, dan komunikasi emosional yang sehat.
Berikut adalah penjelasan dari tiga pilar tersebut. Agar orang tua bisa lebih efektif mendampingi berkembang anak secara optimal di era digital.
Sebagai orang tua harus mengadopsi konsep “digital diet”, yaitu mengatur keseimbangan penggunaan layar layaknya pola makan sehat. Anak perlu waktu untuk aktivitas fisik, tidur cukup, dan waktu belajar tanpa gawai
Menetapkan area tanpa perangkat elektronik seperti meja makan atau kamar tidur, dan memberlakukan waktu bebas layar sebelum tidur, membantu anak menjaga kualitas tidur dan interaksi keluarga.
Edukasi anak untuk memverifikasi informasi dan mengenali konten palsu sangat penting. Ini membantu mereka menjadi pengguna Internet yang cerdas dan bertanggung jawab.
Sebagai orang tua sebaiknya membantu anak memahami emosinya terhadap konten digital. Contohnya, diskusikan perasaan saat melihat video atau postingan.
Menjadi orang tua merupkan teladan utama bagi si anak, sebaiknya selain melarang kita juga harus mengurangi penggunaan gadget saat bersama anak. Hal ini tentu akan membantu anak meniru kebiasaan sehat, bukan sekadar disuruh melalui kata-kata.
Kesimpulan
Dalam era digital menuntut pola asuh yang adaptif, bukan justru menghindari teknologi, tapi membimbing anak agar bijak, kritis, dan seimbang dalam menggunakannya. Dengan menetapkan batas layar, memfasilitasi literasi digital, dan menumbuhkan kecerdasan emosional dengan komunikasi terbuka. Orang tua dapat mendidik anak yang teknologi savvy sekaligus imbang secara psikologis.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
