Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 14.53 WIB

Memahami Dampak Pola Asuh Narsistik Orang Tua pada Hubungan Pria Dewasa

Ilustrasi seorang pria tampak berpikir keras, menunjukkan pengaruh masa lalu terhadap dirinya kini./Freepik - Image

Ilustrasi seorang pria tampak berpikir keras, menunjukkan pengaruh masa lalu terhadap dirinya kini./Freepik

JawaPos.com - Pola asuh orang tua membentuk kepribadian seseorang, bahkan hingga dewasa.

Pengaruh ini bisa sangat dalam, terutama jika dibesarkan oleh orang tua dengan sifat narsistik.

Dampak pengalaman tersebut sering kali tanpa disadari memengaruhi hubungan seorang pria.

Melansir dari Geediting.com Senin (30/6), ada beberapa tanda khusus yang mengindikasikan seorang pria dibesarkan oleh orang tua narsistik.

Mengenali tanda-tanda ini penting untuk memahami dinamika hubungan mereka. Mari kita selami lebih dalam bagaimana pola asuh ini bisa membentuk perilakunya.

1. Selalu Berjuang untuk Validasi

Pria ini mungkin terus-menerus mencari pengakuan dari orang lain dalam hidupnya. Mereka selalu butuh pujian untuk merasa berharga, tanpa disadari terus mengejar persetujuan eksternal. Perilaku ini berasal dari kurangnya validasi di masa kecil.

Orang tua narsistik sering mengabaikan atau meremehkan perasaan anak. Akibatnya, pria tersebut tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai dirinya bergantung pada apa yang orang lain pikirkan.

2. Sulit Percaya pada Orang Lain

Membangun kepercayaan adalah tantangan besar bagi pria yang dibesarkan dalam lingkungan ini. Mereka mungkin merasa sulit membuka diri atau membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pasangannya. Kepercayaan mereka sering dikhianati saat kecil.

Orang tua narsistik sering menggunakan manipulasi untuk mengontrol. Lingkungan masa kecil itu membuat mereka selalu waspada terhadap niat orang lain.

3. Sangat Sensitif terhadap Kritik

Pria ini seringkali bereaksi berlebihan terhadap kritik, bahkan yang membangun sekalipun. Respons mereka bisa berupa kemarahan atau penarikan diri yang ekstrem. Ini menunjukkan kerapuhan harga diri yang mendalam.

Kritik dari orang lain dapat terasa seperti serangan pribadi. Mereka selalu takut merasa tidak cukup baik, seperti yang ditanamkan orang tua.

4. Cenderung Jadi "Penolong" yang Berlebihan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore