
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato di pelantikan bupati dan wakil bupati Tasikmalaya. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya pendidikan karakter bagi anak sejak usia dini. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan munculnya perilaku kriminal dan kenakalan yang terkadang dialami para remaja.
Pesan ini pun disampaikan Dedi Mulyadi saat memberikan khutbah pada peringatan Idul Adha di Kota Cirebon, Jawa Barat. "Tidak akan ada lagi anak yang melempari rumah orang karena terlibat geng motor," ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (8/6).
Dia menegaskan, perilaku buruk dari anak-anak harus segera ditangani sedini mungkin. Menceritakan kisah Nabi Khidir, Dedi mengungkap makna simbolis dari tindakan sang Nabi yang membunuh seorang anak sesuai dengan pemahamannya.
"Pesan moralnya adalah, bunuhlah perilaku buruk anakmu ketika dia masih kecil. Jangan dibiarkan sifat buruk itu terus membesar karena kamu tak akan mampu mengendalikannya," jelasnya.
"Padamkanlah api ketika masih kecil, karena ketika api sudah membakar rumah maka kita harus panggil damkar. Selesaikan masalah ketika masih kecil," imbuh dia.
Dia pun mengibaratkan hal ini seperti perumpamaan yang lain. Layaknya hal memungut paku di jalan yang bisa mencegah musibah besar yang berkemungkinan terjadi.
Tak sampai di situ, eks Bupati Purwakarta ini juga menyoroti peran negara sebagai pelindung rakyat. "Negara adalah ayah bagi anak-anak Indonesia. Negara adalah ayah bagi rakyatnya. Negara harus tampil menjadi orang tua dalam setiap derita rakyat," kata Dedi Mulyadi dengan nada tegas.
Dia juga mengkritik pemimpin yang bangga terkait adanya aturan, tetapi tak melihat kenyataan yang ada di lapangan. Sebagai contoh, meskipun ada perda 'nol alkohol', Dedi mencatat bahwa minuman oplosan masih mudah ditemukan.
"Janganlah jadi pemimpin bangga dengan peraturan yang dibuat, tetapi banggalah dengan kenyataan yang dilihat," sindirnya.
Menariknya, Dedi Mulyadi juga menyoroti peran orang tua pada pembentukan karakter anak. Sebab, sejumlah anak yang mengikuti program barak militer di Jawa Barat acapkali mengeluhkan hubungan yang buruk dengan orang tua.
"Kalau kemarin ada anak-anak yang dibarakkan karena nakal, bisa jadi saya akan membarakkan bapak dan ibunya yang tidak bisa mengasuh dengan baik," ungkap Dedi Mulyadi.
Dia bahkan memiliki wacana untuk menempatkan pegawai yang malas dan tak melayani rakyat ke dalam barak serupa. Pada akhir pidatonya, Dedi pun mendoakan seluruh rakyat Jawa Barat agar hidup tentram, rukun, dan sejahtera.
"Wilujeng Idul Adha bagi seluruh rakyat Jawa Barat. Semoga kita menjadi orang-orang yang mau berkorban dan senantiasa mendapat petunjuk dalam hidup," tutup dia.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
