Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 13.11 WIB

10 Hal yang Diam-diam Dibenci Generasi Milenial terhadap Orang Tua, tetapi Sulit Diungkapkan

Ilustrasi orang yang merasa kecewa. (Freepik)

 
JawaPos.com- Banyak anak dewasa secara diam-diam menyimpan rasa kesal dan kecewa terhadap orang tua mereka atas pengalaman masa kecil dan pola asuh yang diterapkan. Menurut psikoterapis Imi Lo, MA, fenomena ini bukanlah hal yang jarang terjadi. Banyak anak dewasa menutupi rasa kecewa tersebut dengan pemaafan palsu dan kemarahan yang terpendam. 
 
Padahal, mereka sebenarnya membutuhkan percakapan terbuka dan pengakuan emosional dari orang tua untuk benar-benar bisa memaafkan dan melepaskan beban tersebut.

Sejumlah persoalan yang tidak terungkap ini kerap kali menjadi akar dari hubungan renggang antara anak dan orang tua di usia dewasa. Ketidakmampuan untuk mengekspresikan rasa kecewa tersebut menghambat komunikasi yang terbuka dan jujur, sekaligus berdampak pada kesehatan mental dan fisik mereka. 

Ketika kita mampu mengenali sumber-sumber tersembunyi dari rasa kecewa ini, hubungan dengan keluarga pun akan jauh lebih sehat dan harmonis.

Dilansir dari Your Tango, berikut adalah 10 hal yang diam-diam dibenci generasi milenial terhadap orang tua mereka, tetapi sulit diungkapkan secara langsung:

1. Mengabaikan Kesehatan Mental sebagai Drama

Masih banyak orang tua dari generasi sebelumnya yang memandang masalah kesehatan mental sebagai sesuatu yang berlebihan atau sekadar drama. Stigma mendalam yang melekat pada kesehatan mental sering kali membuat mereka tidak mampu mengenali masalah emosional anak-anaknya. Hal ini menciptakan luka emosional yang tidak disadari dan membuat anak-anak dewasa merasa diabaikan secara emosional.

2. Mendorong Ide Usang tentang Kesuksesan

Banyak generasi milenial merasa dikecewakan oleh harapan orang tua mereka terkait kesuksesan. Di masa lalu, memiliki rumah, pekerjaan tetap, dan keluarga dianggap sebagai standar kesuksesan. Namun, realitas ekonomi saat ini jauh berbeda, dan generasi milenial sering kali merasa tertekan oleh ekspektasi yang tidak realistis tersebut.

3. Meremehkan Kesulitan Finansial

Studi dari TIAA Institute menyebutkan bahwa banyak milenial hidup dalam kondisi keuangan yang rentan. Mereka berjuang dengan utang pendidikan, biaya hidup yang tinggi, dan kesulitan menabung. Ketika orang tua meremehkan kesulitan ini, hal tersebut memicu rasa sakit hati yang sering kali tidak diungkapkan.

4. Mengabaikan Isu Perubahan Iklim

Generasi milenial adalah kelompok yang paling peduli terhadap perubahan iklim. Ketika orang tua mengabaikan atau bahkan menolak sains di balik isu ini, para milenial merasa perjuangan mereka untuk masa depan yang lebih baik tidak dihargai.

5. Menolak Mengakui Kesalahan

Salah satu hal yang paling sulit dihadapi oleh anak dewasa adalah ketika orang tua menolak mengakui kesalahan mereka. Kurangnya permintaan maaf dan tanggung jawab dari orang tua menciptakan jarak emosional dan menambah beban mental bagi anak-anaknya.

6. Menutup Pendapat yang Berbeda

Perbedaan pandangan antara orang tua dan anak dewasa memang wajar. Namun, ketika perbedaan itu ditanggapi dengan penolakan atau penghentian percakapan, hubungan pun menjadi renggang.

7. Mengabaikan atau Melanggar Batasan

Banyak anak dewasa yang merasa batasan mereka sering dilanggar oleh orang tua. Entah itu datang tanpa pemberitahuan atau memaksa hadir di acara keluarga, pelanggaran batasan ini menimbulkan rasa frustrasi.

8. Mengagungkan Budaya Kerja Keras Sampai Lelah sebagai Etos Kerja

Generasi orang tua sering mengagungkan kerja keras berlebihan sebagai bentuk etos kerja yang baik. Bagi milenial yang lebih menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, glorifikasi ini terasa tidak realistis dan melelahkan.

9. Memaksakan Loyalitas Keluarga di Atas Kesejahteraan Pribadi

Banyak orang tua menganggap bahwa loyalitas terhadap keluarga adalah segalanya, bahkan jika itu mengorbankan kesejahteraan pribadi anak. Milenial yang berani menolak situasi toxic sering kali dianggap tidak menghormati keluarga.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore