
Ilustrasi orang tua dan anak. (Freepik)
JawaPos.com - Tidak ada buku panduan pasti tentang cara menjadi orang tua, tapi satu hal yang dipelajari sebagai seorang ibu adalah bahwa hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari jauh lebih berdampak daripada yang dibayangkan.
Yang terpenting bukan selalu keputusan besar seperti memilih sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler anak melainkan cara orang tua hadir secara konsisten, membimbing, dan merespons mereka dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang membentuk dunia batin mereka.
Para orang tua yang paling cerdas memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang sederhana, namun sangat berdampak dalam membantu anak sukses dalam jangka panjang. Tidak mencolok, tidak dramatis, tapi sangat berpengaruh. Dilansir dari laman DMNews pada Kamis (24/04), berikut adalah tujuh kebiasaan tersebut yang bisa membuat perbedaan besar.
1. Menanamkan pola pikir berkembang sejak dini
Psikolog dari Stanford, Dr. Carol Dweck, mengatakan, "Menjadi lebih baik lebih penting daripada hanya menjadi". Ketika orang tua memuji usaha ("Kamu gigih menyelesaikan soal matematika itu") daripada sifat tetap ("Kamu pintar sekali”), anak akan belajar bahwa kemampuan itu bisa dilatih, bukan sesuatu yang melekat.
Mengapa ini penting dalam jangka panjang? Karena pola pikir berkembang membuat anak lebih berani menghadapi tantangan. Mereka tidak mudah goyah saat melakukan kesalahan, karena kesalahan dianggap sebagai data, bukan hukuman.
Anak yang terbiasa dengan cara berpikir ini akan lebih gigih di sekolah, tangguh dalam pekerjaan, dan mampu membangun hubungan yang sehat. Cobalah untuk bertanya pada anak saat makan malam, "Apa yang paling sulit hari ini, dan bagaimana kamu mengatasinya?". Walau kadang obrolannya berakhir di cerita LEGO, prinsipnya tetap tertanam.
2. Mengajarkan bahasa emosi
Menurut pakar hubungan, Dr. John Gottman, "Saat kita mengakui perasaan anak, kita mengajarkan bahwa emosi mereka penting". Melatih anak mengenali, memberi nama, dan mencari solusi atas perasaannya bukan cuma menenangkan rutinitas menjelang tidur ini juga membentuk kemampuan otak mereka dalam mengatur emosi.
Bayangkan anak yang bisa berkata, "Aku kesel mainanku rusak” ketimbang langsung tantrum. Kemampuan seperti ini membuat anak lebih tenang, empati, dan peka terhadap suasana sekitar saat dewasa.
3. Memberi ruang untuk bermain bebas
Percaya atau tidak, kadang kardus bekas bisa mengalahkan aplikasi belajar terbaru. Saat anak menciptakan permainan sendiri dengan membangun benteng dari bantal atau membuat drama, mereka sedang mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan cara berpikir fleksibel.
Penelitian dari American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa bermain bebas meningkatkan fungsi eksekutif otak kemampuan untuk merencanakan, fokus, dan mengendalikan diri.
Akhir pekan memang menggoda untuk diisi dengan aktivitas "bermanfaat". Orang tua cerdas tahu bahwa kebosanan bukanlah kekosongan yang harus segera diisi, melainkan peluang untuk berkreasi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
