
Ilustrasi anak yang tidak dekat dengan orang tuanya saat dewasa ( freepik/ katemangostar)
JawaPos.com - Kedekatan antara anak dan orang tua bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, tetapi terbentuk dari interaksi, pengalaman, dan pola asuh yang dialami sejak kecil.
Sayangnya, tidak semua hubungan orang tua dan anak berjalan harmonis hingga dewasa. Banyak orang yang tanpa sadar merasa lebih nyaman menjaga jarak dari orang tuanya, bahkan sulit untuk berbagi cerita atau menjalin hubungan emosional yang mendalam.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut psikologi, ada beberapa pengalaman di masa kecil yang dapat membentuk pola hubungan ini.
Tanpa disadari, cara orang tua bersikap, pola komunikasi dalam keluarga, hingga lingkungan tempat anak tumbuh bisa meninggalkan jejak yang bertahan hingga dewasa.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Jumat (28/3), berikut merupakan 8 pengalaman yang membuat anak tidak dekat dengan orang tuanya saat dewasa, menurut psikologi.
1. Gaya parenting yang terlalu otoriter
Beberapa orang tua membesarkan anak dengan aturan ketat tanpa memberi ruang untuk berdiskusi atau mengekspresikan pendapat.
Jika anak selalu diperintah untuk patuh tanpa boleh bertanya atau memberikan pendapat, mereka akan tumbuh dalam rasa takut, bukan dalam rasa nyaman dan percaya.
Orang tua yang otoriter mungkin merasa bahwa mereka sedang mendidik anak dengan baik, tetapi sebenarnya, mereka menciptakan hubungan yang kaku dan jauh dengan anak mereka.
Anak-anak yang terbiasa hidup dalam aturan tanpa kebebasan emosional cenderung merasa tidak nyaman berbagi cerita atau mendekati orang tua.
Saat dewasa, mereka bisa memilih untuk menjaga jarak karena hubungan yang mereka miliki lebih banyak berisi ketakutan daripada kehangatan.
2. Lingkungan keluarga yang penuh konflik
Jika seorang anak tumbuh dalam rumah yang dipenuhi dengan pertengkaran atau suasana yang penuh ketegangan, mereka akan lebih fokus untuk bertahan daripada membangun hubungan yang hangat dengan orang tua.
Anak-anak yang sering melihat orang tua bertengkar cenderung belajar untuk diam dan menghindari konflik agar tidak terlibat dalam drama keluarga.
Ada juga yang tumbuh dengan kecemasan karena setiap saat mereka merasa bisa menjadi sasaran kemarahan orang tua.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
