Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 03.52 WIB

11 Perkataan Orang Tua yang Kedengarannya Positif tapi Sangat Menyakiti Hati Anak, Tanpa Disadari

Ilustrasi Orang Tua yang Secara Emosional Tidak Dewasa (freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk dalam hal mendidik dan membimbing mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Namun, tanpa disadari, ada beberapa perkataan yang sering diucapkan dengan maksud baik, tetapi justru menyakitkan bagi anak.

Kata-kata yang terdengar positif ini bisa membawa dampak negatif, seperti menurunkan rasa percaya diri, menimbulkan perasaan tidak cukup baik, bahkan meninggalkan luka batin yang bertahan hingga dewasa.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih bijak dalam berbicara, agar maksud baik yang ingin disampaikan benar-benar memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Dilansir dari laman Your Tango pada Minggu (16/3), berikut merupakan 11 perkataan orang tua yang kedengarannya positif tapi sangat menyakiti hati anak tanpa disadari.

1. "Kami mencintaimu, tapi..."

Saat orang tua mengatakan "Kami mencintaimu, tapi..." anak bisa merasa bahwa kasih sayang yang mereka terima bersyarat.

Seolah-olah cinta orang tua hanya diberikan jika mereka memenuhi harapan tertentu, misalnya seperti nilai yang bagus atau bahkan prestasi. Ini bisa membuat anak merasa tidak cukup baik dan selalu takut mengecewakan.

Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang terus-menerus mencari validasi dari orang lain karena merasa cinta yang mereka terima tidak pernah sepenuhnya tulus.

2. "Kamu tidak pernah mendengarkan Ayah/Ibu"

Ketika anak mendengar kalimat ini, mereka bisa merasa dihakimi dan tidak dihargai. Anak mungkin berpikir bahwa mereka selalu salah di mata orang tua, padahal mereka mungkin sedang mencoba memahami sesuatu dengan caranya sendiri.

Jika terlalu sering dikatakan, anak bisa kehilangan kepercayaan diri dan bahkan malas untuk berbicara dengan orang tua, karena merasa percuma jika pendapat mereka tidak pernah dianggap penting.

3. "Kenapa kamu begitu berisik?"

Anak-anak secara alami memiliki energi yang besar dan suka berekspresi dengan suara mereka. Ketika mereka sering diminta untuk diam atau dibilang terlalu ribut arau berisik, mereka bisa merasa bahwa menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang salah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore