
Ilustrasi pola asuh yang salah terhadap anak. (Freepik)
JawaPos.com - Semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh bahagia, bertanggung jawab, dan penuh rasa hormat. Namun, tanpa disadari ada kebiasaan tertentu dalam pola asuh yang justru bisa mendorong anak untuk melawan aturan dan menentang otoritas atau mereka jadi nakal.
Menurut psikologi, beberapa perilaku parenting orang tua yang dilakukan dengan niat baik justru bisa menjadi pemicu anak menjadi tidak patuh dan memberontak.
Ingatlah bahwa parenting anak adalah seni menyeimbangkan antara memberi batasan dan memberikan kebebasan. Terlalu keras bisa membuat anak memberontak, tetapi terlalu longgar juga bisa membuat mereka kehilangan arah.
Yang terpenting, pastikan anak merasa dihargai, didengar, dan dicintai. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya patuh, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam hidupnya.
Kabar baiknya, jika kita menyadari hal ini sejak dini, maka bisa mulai membuat perubahan yang lebih baik dalam pola asuh.
Berikut adalah tujuh kebiasaan orang tua yang bisa membuat anak menjadi pembangkang dan bagaimana cara mengatasinya sebagaimana dikutip dari Geediting, Senin (3/3).
Wajar jika orang tua ingin memastikan anaknya berada di jalur yang benar. Namun, jika segala hal terlalu dikendalikan—dari cara berpakaian, teman yang dipilih, hingga aktivitas sehari-hari—anak bisa merasa terkekang.
Ketika anak merasa tidak memiliki kendali atas hidupnya, mereka cenderung melawan untuk mendapatkan kembali kebebasan mereka. Bentuk perlawanan ini bisa berupa melanggar aturan, berbohong, atau melakukan sesuatu secara diam-diam.
Solusinya? Berikan struktur yang jelas, tetapi tetap beri anak kesempatan untuk mengambil keputusan dalam batasan yang masuk akal. Dengan begitu, mereka belajar bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.
Pernahkah kita langsung memberi solusi saat anak bercerita tentang masalahnya? Mungkin niatnya baik, tetapi jika kita terlalu cepat menepis perasaan anak, mereka bisa merasa diabaikan.
Anak-anak yang tidak merasa didengar sering kali menunjukkan frustrasi dengan cara melawan atau menutup diri. Kadang, mereka hanya butuh seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi atau memberi solusi instan. Terkadang, anak tidak butuh jawaban. Mereka hanya ingin dipahami.
Siapa yang tidak pernah kehilangan kesabaran saat menghadapi anak yang sulit diatur? Namun, menerapkan disiplin dengan cara berteriak, mempermalukan, atau memberikan hukuman berat justru bisa membuat anak semakin menentang.
Anak yang takut pada orang tua mungkin akan patuh di depan, tetapi di belakang mereka bisa berperilaku sebaliknya.
Disiplin seharusnya bersifat mendidik, bukan menakut-nakuti. Alih-alih menghukum dengan emosi, lebih baik menjelaskan konsekuensi dari tindakan mereka dengan cara yang masuk akal.
Pernah mengancam akan memberi konsekuensi tapi akhirnya tidak menepatinya? Misalnya, mengatakan "Kalau tidak beresin mainan, besok nggak boleh main HP!" tetapi esok harinya tetap membiarkan anak bermain HP karena malas ribut.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
