Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 14.32 WIB

7 Pola Asuh yang Harus Dihindari Agar Anak Tidak Tumbuh Menjadi Sosok yang Suka Melawan dan Sulit Dikendalikan, Menurut Psikologi

Ilustrasi pola asuh yang harus dihindari agar anak tidak menjadi pribadi yang sulit dikendalikan. (Freepik) - Image

Ilustrasi pola asuh yang harus dihindari agar anak tidak menjadi pribadi yang sulit dikendalikan. (Freepik)

JawaPos.Com - Setiap orang tua tentu ingin memiliki anak yang tumbuh menjadi pribadi yang sopan, patuh, dan bertanggung jawab. 

Namun sering kali tanpa disadari, pola asuh yang diterapkan justru berdampak sebaliknya, membuat anak menjadi sosok yang sulit diatur, suka melawan, dan bahkan cenderung memberontak. 

Kesalahan dalam mendidik anak bukan hanya tentang memberikan terlalu sedikit aturan, tetapi juga bisa terjadi ketika orang tua terlalu ketat atau kurang memperhatikan perasaan anak. 

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami pola asuh yang dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan anak agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang lebih baik. 

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh kesalahan pola asuh yang harus dihindari agar anak tidak menjadi pribadi yang sulit dikendalikan, berdasarkan panduan ilmu psikologi.

1. Terlalu Mengontrol Anak dalam Segala Hal

Sebagai orang tua, wajar jika ingin memastikan anak berada di jalur yang benar. 

Namun, jika kontrol yang diberikan terlalu berlebihan, anak bisa merasa terkekang dan kehilangan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan sendiri. 

Orang tua yang terlalu mengatur setiap aspek kehidupan anak, mulai dari pilihan pakaian, teman, hobi, hingga minat akademik, akan membuat anak merasa tidak memiliki kebebasan. 

Akibatnya, mereka bisa memberontak sebagai bentuk protes atas kendali yang terlalu ketat.

Anak-anak yang terus-menerus dikendalikan akan sulit mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan mengambil keputusan sendiri. 

Mereka cenderung menjadi pribadi yang pasif atau justru melawan aturan sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas yang terlalu mengekang. 

Oleh karena itu, beri anak kesempatan untuk memilih dan belajar dari pengalaman mereka sendiri, dengan tetap memberikan bimbingan yang sewajarnya.

2. Tidak Mau Mendengarkan Perasaan dan Pendapat Anak

Banyak orang tua yang menganggap bahwa anak-anak belum memiliki pemikiran yang matang, sehingga mereka tidak merasa perlu mendengarkan pendapat atau perasaan anak. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore