Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 19.39 WIB

Jangan Tunggu sampai E, Bahaya Mengintai Mobil yang Dikendarai dengan Tangki Nyaris Kosong

Ilustrasi mengendarai mobil yang tangki bensinnya nyaris kosong. (Freepik) - Image

Ilustrasi mengendarai mobil yang tangki bensinnya nyaris kosong. (Freepik)

JawaPos.com - Mengemudi dengan tangki bensin nyaris kosong mungkin terasa aman selama mobil masih bisa berjalan. Namun, kebiasaan tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko mobil mogok sekaligus memberi beban tambahan pada sejumlah komponen sistem bahan bakar.

Royal Automobile Club (RAC), organisasi bantuan kendaraan di Inggris, menyarankan pengemudi tidak mengambil risiko ketika tangki sudah benar-benar mendekati habis. “Jangan mengambil risiko berkendara ketika tangki Anda akan benar-benar kehabisan bahan bakar,” tulis RAC dalam panduannya yang diperbarui pada Maret 2025.

RAC menjelaskan, mobil dengan bahan bakar sangat sedikit dapat menunjukkan gejala tersendat ketika pengemudi melakukan akselerasi. “Pengemudi sering melaporkan mobil terasa tersentak atau tersendat,” jelas RAC. Dalam kondisi lebih parah, mesin bisa kehilangan tenaga dan akhirnya berhenti.

Masalahnya juga bisa merembet ke sistem bahan bakar. Ketika level bensin sangat rendah, pompa bahan bakar dapat menarik kotoran atau endapan yang berada di bagian bawah tangki. RAC menyebut kondisi tersebut berisiko menyebabkan kerusakan pada tangki, fuel pump hingga filter bahan bakar.

RAC juga mengingatkan bahwa angka jarak tempuh yang tersisa pada mobil modern bukan jaminan kendaraan masih mampu mencapai SPBU. Setiap mobil memiliki karakteristik berbeda, sedangkan konsumsi bahan bakar berubah mengikuti kecepatan, kemacetan, kondisi jalan, beban kendaraan dan gaya mengemudi.

Karena itu, lampu peringatan bahan bakar sebaiknya diperlakukan sebagai tanda untuk segera mengisi bensin. RAC bahkan menyarankan pengemudi mulai mencari SPBU ketika indikator berada di sekitar seperempat tangki.

Jika mobil sudah menunjukkan gejala tersendat dan indikator bahan bakar berada di posisi sangat rendah, pengemudi sebaiknya mencari tempat aman untuk berhenti. “Jangan mengambil risiko. Hubungi layanan bantuan kendaraan,” saran RAC.

Capital One Auto Navigator juga menjelaskan alasan fuel pump sebaiknya tidak terlalu sering dibiarkan bekerja dengan tangki hampir kosong. Aliran bahan bakar yang melewati pompa berfungsi sebagai pelumas sekaligus membantu mendinginkan mekanisme internalnya. “Bahan bakar yang bergerak melalui pompa berfungsi sebagai pelumas dan pendingin,” tulis Capital One Auto Navigator.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore