Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Agustus 2026 | 02.58 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Melonjak 68 Persen pada Semester I 2026, Pangsa Pasar Tembus 38 Pe

Booth Lepas di GIIAS 2026. (Dok. Lepas) - Image

Booth Lepas di GIIAS 2026. (Dok. Lepas)

JawaPos.com - Pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Sepanjang semester I 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi tercatat meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya dari sisi volume penjualan, pangsa pasar kendaraan elektrifikasi juga mengalami kenaikan signifikan, dari 23 persen menjadi 38 persen. Capaian tersebut menunjukkan percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia yang berlangsung lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas Joshua Pardede menilai, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin matangnya pasar kendaraan elektrifikasi nasional. Menurutnya, konsumen kini tidak lagi terpaku pada perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul.

"Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul," ujar Joshua dalam Dialog Otomotif Nasional yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di sela GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Rabu (5/8).

Ia menambahkan, tren tersebut menunjukkan bahwa masyarakat telah menemukan pilihan teknologi elektrifikasi yang sesuai dengan karakteristik penggunaan kendaraan masing-masing. Karena itu, pertumbuhan BEV, HEV, dan PHEV dapat berlangsung secara bersamaan tanpa harus saling menggantikan.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil. Menurutnya, Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi elektrifikasi mana yang paling unggul, melainkan perlu mencari teknologi atau kombinasi teknologi yang paling sesuai dengan kondisi nasional.

"Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini," kata Munawar.

Menurut dia, perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia perlu didukung oleh ekosistem yang kuat, mulai dari kesiapan infrastruktur, kebijakan pemerintah, hingga pemahaman masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, transisi menuju kendaraan rendah emisi diharapkan dapat berlangsung lebih adaptif dan berkelanjutan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore