
Mitsubishi Fuso Long Wheelbase (LWB) 4,2 meter dengan karoseri untuk kebutuhan bus. (Istimewa)
JawaPos.com - Pertumbuhan industri pariwisata Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan armada transportasi penumpang yang aman, nyaman, dan berkapasitas besar. Melihat peluang tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan varian bus Mitsubishi Fuso Long Wheelbase (LWB) 4,2 meter pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Kehadiran model ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan angkutan penumpang dengan kapasitas lebih besar, terutama di sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif.
Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan peluncuran bus terbaru tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyediakan kendaraan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas wisata di berbagai daerah membuat permintaan terhadap armada transportasi yang mampu mengangkut lebih banyak penumpang semakin tinggi. Karena itu, Mitsubishi Fuso menghadirkan solusi melalui bus LWB 4,2 meter yang mengedepankan aspek kapasitas sekaligus keselamatan.
"Kami menghadirkan armada Long Wheelbase 4,2 meter untuk menjawab kebutuhan angkutan penumpang dalam jumlah besar. Paling penting, kendaraan ini tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan," ujar Aji Jaya dalam forum diskusi yang digelar di sela GIIAS 2026, Jumat (31/7).
Selain menghadirkan produk baru, Mitsubishi Fuso juga terus memperkuat layanan purnajual sebagai salah satu nilai tambah bagi pelanggan. Saat ini jaringan layanan perusahaan didukung oleh 223 dealer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk fasilitas bengkel siaga 24 jam untuk mendukung operasional kendaraan komersial.
Prospek pasar bus wisata dinilai masih sangat menjanjikan. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai sekitar 15,39 juta orang. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara tercatat menembus 1,2 miliar perjalanan.
Di sisi lain, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,97 hingga 4,8 persen. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri transportasi yang menjadi salah satu penopang utama mobilitas wisatawan.
Asisten Deputi Bidang Manajemen Industri Kementerian Pariwisata, Budi Supriyanto, menilai sinergi antara pemerintah, industri otomotif, dan operator transportasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan sektor pariwisata.
"Kehadiran armada transportasi yang aman, nyaman, serta efisien akan meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia," kata Budi diwaktu yang sama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022