
Pelumas jenama Motul membuat program pelatihan teknis untuk kompetensi mekanik dan layanan bengkel. (Istimewa)
JawaPos.com - Persaingan di industri aftermarket otomotif tak lagi hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga kompetensi mekanik dan layanan bengkel. Karena itu, PT Motul Indonesia Energy (MIE) memperkuat kolaborasi dengan bengkel independen melalui program pelatihan teknis yang dirancang meningkatkan kemampuan mekanik sekaligus memperluas pemahaman mengenai perawatan kendaraan.
Perusahaan ini terus memperkuat jaringan aftermarket di Indonesia melalui program Motul Performance System (MPS). Program ini menjadi salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan bengkel independen sekaligus mempererat kerja sama dengan distributor di berbagai daerah.
Pelatihan terbaru digelar di Harris Convention Hall, Bekasi, Jawa Barat, pada 28 Juli 2026. Berbeda dari kegiatan sebelumnya, kali ini MPS dikemas dalam format kelompok kecil agar proses diskusi dan pembelajaran berlangsung lebih intensif.
Sebanyak 54 peserta yang terdiri dari pemilik bengkel dan mekanik mengikuti kegiatan tersebut. Format ini dipilih agar peserta dapat berdiskusi langsung dengan tim teknis sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai produk dan prosedur perawatan kendaraan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan berbagai produk pelumas dan cairan pendukung kendaraan, mulai dari oli mesin, aditif, oli gardan skuter matik, hingga minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara produsen, distributor, dan bengkel sebagai ujung tombak pelayanan kepada konsumen.
"Kualitas produk perlu didukung oleh kemampuan teknis mekanik agar pelanggan memperoleh layanan yang sesuai dengan standar perawatan kendaraan," kata Welmart Purba dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik sehingga dapat memahami aplikasi produk secara langsung di lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan mekanik dalam menangani berbagai kebutuhan servis kendaraan.
Ke depan, program serupa akan diperluas ke berbagai kota di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem aftermarket yang lebih kuat sekaligus meningkatkan daya saing bengkel independen melalui edukasi dan pengembangan kompetensi.
Dengan semakin banyaknya bengkel yang memiliki tenaga mekanik terlatih, diharapkan kualitas layanan purna jual kendaraan di Indonesia juga terus meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen maupun pelaku usaha di sektor aftermarket otomotif.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
